TKN: Elemen Masyarakat Pilih Prabowo-Gibran Karena Program yang Realistis
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Alpha Prabowo-Gibran Fritz Edward Siregar mengungkapkan bahwa alasan berbagai elemen masyarakat memilih pasangan capres-cawapres nomor urut 2 ini karena menawarkan program yang realistis.
Baca Juga : Gelar Ngabuburit dan Buka Puasa Bersama Masyarakat, Bawaslu Sampaikan Tahapan Jelang Pilkada
Artinya, kata dia, program ini bukan hanya sekadar janji.
Baca Juga : Komisi V Dukung Realisasi 350 Ribu Rumah Subsidi di 2025
"Perlu kita sampaikan kenapa bapak ibu memilih bapak Prabowo dan mas Gibran? Apakah karena makan gratisnya? Apakah karena susu gratisnya? Apakah karena pendidikannya? Apakah karena program hilirisasi? kita memberikan janji yang realitas kepada warga negara Indonesia bukan yang muluk-muluk janji," katanya saat memberi sambutan di acara deklarasi relawan Sobat Prabowo-Gibran Nusantara (Sobat NU), di kediaman Prabowo Subianto, Kartanegara, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2024).
Fritz menjelaskan program yang ditawarkan Prabowo-Gibran merupakan langkah konkret mengatasi persoalan masyarakat. Mantan anggota Bawaslu RI ini menilai karena hal ini kemudian program kerja Prabowo-Gibran mampu mengambil hati masyarakat.
Baca Juga : MPR Dorong Mahkamah Internasional Tindak Tegas Kejahatan Israel
"Kena kepada hati kita sendiri, kepada persoalan kita sendiri," ujarnya.
Baca Juga : Misi Asta Cita, USU Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan
Dia menilai karena hal itu berbagai elemen masyarakat terus memberikan dukungan kepada Prabowo-Gibran. Karena itu, sebutnya, gelombang dukungan ini terus berdatangan dengan berbagai deklarasi yang berlangsung di Kartanegara sejak masa kampanye di mulai hingga saat ini.
Ketua Umum Sorban NU Tahyudin Adityas mengatakan pihaknya memutuskan mendukungan Prabowo-Gibran setelah menawarkan program yang sesuai dengan harapan mereka. Dia menyebut antara lain Dana Abadi Pesantren, hilirisasi hingga makan siang dan susu gratis untuk anak sekolah.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan Relokasi dan Rekonstruksi Rumah Korban Bencana di Humbahas
"Hampir 75 persen masyarakat Nahdliyin berada di desa, kampung. Lembaga-lembaga pendidikannya pesantren dan ini sesuai harapan kita. Kemudian hilirisasi ini kan bagaimana mengangkat harkat dan martabat Indonesia dan rakyat Indonesia. Kemudian makan dan susu ini untuk mewujudkan Indonesia Emas di 2045," kata Tahyudin.
(HAM/nusantaraterkini.co)
