Nusantaraterkini.co, MEDAN-Kabar baik datang dari industri pariwisata Sumatera Utara (Sumut), di mana sektor perhotelan, khususnya hotel berbintang, menunjukkan tanda-tanda peningkatan okupansi menjelang penghujung tahun 2025. Meski pasar hotel non-bintang masih terlihat lesu, hotel-hotel klasifikasi bintang justru mencatatkan kenaikan jumlah kamar yang terisi dibandingkan bulan sebelumnya.
Data terkini mengungkapkan bahwa Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang berada di angka 42,62 persen, sebuah kenaikan yang cukup berarti jika dibandingkan dengan capaian bulan Oktober yang sebesar 40,70 persen.
Baca Juga : PHRI Nilai Raperda KTR Berpotensi Membebani Industri Perhotelan dan Restoran
"Dari seluruh kategori, hotel bintang 5 tetap menjadi pilihan utama para tamu dengan tingkat keterisian mencapai 60,10 persen. Tren positif ini juga diikuti oleh hotel bintang 2, 3, dan 4 yang semuanya kompak mengalami peningkatan hunian," Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra, seperti dilansir dari website BPS Sumut, Rabu (7/1/2026).
Selain jumlah kamar yang makin banyak terisi, para tamu yang datang juga cenderung menginap sedikit lebih lama dari biasanya. Hal ini memberikan angin segar bagi para pelaku usaha perhotelan di tengah fluktuasi kunjungan wisatawan mancanegara. Secara rata-rata, tamu hotel bintang menghabiskan waktu selama 1,32 malam untuk menginap di Sumatera Utara.
"Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang di Sumut pada November 2025 dengan rata-rata 42,62 persen atau naik 1,92 persen poin dibanding Oktober 2025 sebesar 40,70 persen," papar Asim.
Asim menambahkan rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel bintang 1,32 malam selama November 2025.
Baca Juga : Tingkat Hunian Hotel di Sumut Naik Tipis pada Oktober 2025, Namun Masih Jauh dari Capaian Tahun Lalu
"Angka ini naik 0,01 persen poin dibanding Oktober 2025 sebesar 1,31 malam," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
