Tersulut Cemburu Hingga Libatkan Oknum Kades, Buruh Proyek Bendungan Tiga Dihaji Tewas Dikeroyok di Rumah Kades
Kasus penganiayaan berat yang merenggut nyawa Suhendra (49), seorang buruh proyek Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan,
Nusantaraterkini.co, MUARADUA - Kasus penganiayaan berat yang merenggut nyawa Suhendra (49), seorang buruh proyek Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, akhirnya berhasil diungkap oleh aparat kepolisian.
Satreskrim Polres OKU Selatan mengamankan seorang oknum Kepala Desa Sukabumi berinisial SDI yang diduga kuat ikut menganiaya korban bersama dua pelaku lainnya, JK dan IN, yang dipicu oleh isu dugaan perselingkuhan.
“Setelah kita lakukan olah TKP dan pemeriksaan, kita mendapatkan bukti permulaan yang cukup. Oknum kades kemudian kita amankan ke Polres OKU Selatan,” ujar Kasatreskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston L Sinaga dalam keterangan yang diterima, Jum’at (21/8/2026).
Peristiwa maut ini berawal pada, Selasa 18 Agustus 2026, sekitar pukul 23.00 WIB saat pelaku JK mendatangi kontrakan korban di Desa Sukabumi, Kecamatan Tiga Dihaji.
Saat itu, pelaku melayangkan pukulan akibat cemburu menduga korban berselingkuh dengan istrinya. JK kemudian mengarak korban ke rumah Kepala Desa SDI.
Di lokasi tersebut, anak JK berinisial IN datang lalu memukul, serta menendang korban secara brutal hingga oknum Kades SDI ikut tersulut emosi dan menganiaya korban sampai bersimbah darah.
Korban sempat dibopong saksi ke kontrakan, lalu dibawa ke bidan desa. Pada pukul 05.00 WIB, keadaan korban makin memburuk. Lalu, akhirnya korban menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB.
“Dia mengakui perbuatannya, yaitu ikut memukul dan menendang korban saat berada di rumahnya karena tersulut emosi. Akibatnya, pada pukul 04.00 WIB keadaan korban kritis,” terangnya.
Guna menutupi jejak pengeroyokan, oknum kades sempat menyarankan agar jenazah korban segera dimandikan dan dimakamkan secara terburu-buru.
“Dia juga menyarankan agar jenazah korban segera dimakamkan,” ungkapnya.
Aparat kepolisian yang mencium kejanggalan langsung bergerak cepat menghentikan prosesi pemakaman di masjid setempat dan membawa jenazah korban ke RSUD OKU Selatan untuk menjalani visum et repertum.
Dari lokasi kejadian, petugas menyita barang bukti berupa satu bantal bersarung biru berbercak darah, satu bantal kursi merah putih berbercak darah, serta handphone milik korban.
“Para pelaku disangkakan Pasal 262 ayat (4) atau Pasal 466 ayat (3) dan/atau Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” tegas Aston.
Saat ini tersangka SDI telah ditahan di Mapolres OKU Selatan, sementara dua pelaku lainnya yakni JK dan IN masih dalam perburuan intensif (DPO) oleh Satreskrim Polres OKU Selatan.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Tetapkan Mantan Kabag Monitoring Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
hendra·1 menit yang lalu -
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·26 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan