Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Terapkan Paket Kebijakan Ekonomi 8+4+5, Misbakhun: Pemerintah Ingin Hadir di Tengah Masyarakat

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Secara tiba-tiba, ekonomi Indonesia diguyur banyak program besar. 

Mulai dari peluncuran paket kebijakan ekonomi 8+4+5, penempatan dana Rp200 triliun di perbankan dan pemangkasan suku bunga acuan atau BI rate.

Baca Juga : Gelar RDP dengan BI, Komisi XI Bahas Kebijakan Fiskal hingga Moneter

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan, dengan adanya banyak program besar salah satunya paket kebijakan ekonomi 8+4+5 intervensi pasar untuk mendukung kinerja ekonomi supaya bisa lebih maju. 

"Dan tentunya ini untuk memastikan Pemerintah ingin programnya bisa hadir ditengah masyarakat," kata Misbakhun, Senin (22/9/2025).

Politikus Golkar melanjutkan jika dikaitakan dengan penurunan suku bunga Bank Indonesia dari 5 persen ke 4,7 sekian artinya ini memberikan sinyal bahwa likuiditas itu tersedia di pasar.

Selain itu, ia menjelaskan, BI ingin menurunkan biaya modal, biaya uang yang fun yang ada di pasar dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Tentunya sejalan dengan bagaimana Pemerintah ingin melakukan ekspansi ekonomi secara kuat di sektor rill.

Baca Juga : Tak Perlu Perpanjang Lagi, SIM & STNK Bisa Seumur Hidup?

Untuk itu, Misbahkun yang juga legislator dapil Jatim ini menilai, maka bunga perbankan harus diturunkan, arah bunga perbankan itu turun mulai ditetapkan Bank Indonesia.

"Diharapkan bisa mendorong sektor rill untuk kemudian masyarakat maupun dunia usaha menyerap kredit perbankan karena likuiditas saat ini sangat memadai dan cukup untuk dilakukan sebuah ekspansi luas," tegas Ketua Umum DEPINAS SOKSI ini.

 (cw1/nusantaraterkini.co)