Tata Kelola Dana Haji, Wamenhaj Dahnil Anzar Dorong Transparansi Total dan Profesionalisme Investasi
Wamenhaj Dahnil Anzar dorong transparansi total dan profesionalisme investasi dana haji.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Pemerintah Indonesia secara resmi menginisiasi perubahan besar dalam sistem pengelolaan keuangan haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pola lama dalam pengelolaan dana umat sudah tidak lagi relevan dan harus segera beralih menuju sistem yang lebih modern, transparan, serta profesional.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Badan Legislasi DPR di Jakarta, Jumat (13/2/2026), Dahnil menekankan bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk melindungi hak-hak jemaah sekaligus memastikan akuntabilitas negara.
โInti dari reformasi ini adalah penegasan posisi keuangan haji sebagai bagian dari keuangan negara yang harus dikelola dengan standar yang ketat.
โ
“Keuangan haji adalah bagian dari keuangan negara. Karena itu, tanggung jawabnya berada pada Pemerintah. Kita ingin memastikan tata kelola yang semakin akuntabel, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan jemaah,” ujar Dahnil dengan tegas.
โSalah satu perubahan paling mendasar adalah pemisahan transaksi yang kini dilakukan secara tegas antara jemaah dan negara. Setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) kini diposisikan sebagai uang muka jasa penyelenggaraan yang langsung masuk ke rekening atas nama Menteri Haji dan Umrah. Skema baru ini memberikan kejelasan hukum bahwa negara bertindak sebagai penyelenggara layanan resmi bagi para calon tamu Allah.
โDi sisi lain, lembaga pengelola keuangan haji ke depan akan bertransformasi menjadi fund manager negara yang murni fokus pada optimalisasi dana melalui investasi profesional, tanpa terlibat dalam teknis penyelenggaraan ibadah.
“Lembaga pengelola keuangan haji tidak berada dalam domain penyelenggaraan haji. Tugasnya adalah mengelola dana secara profesional dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan syariah,” tambah Dahnil, seperti dilansir RMOL.
โUntuk menjamin efektivitas pengelolaan, pemerintah mendorong adanya kontrak kinerja tahunan yang mencakup target nilai manfaat dan batas risiko yang terukur. Hasil dari pengelolaan dana ini nantinya akan disalurkan melalui persetujuan DPR untuk memberikan subsidi biaya haji dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah.
"Melalui pembenahan ini, Kemenhaj bertekad mewujudkan sistem keuangan haji yang tidak hanya aman secara regulasi, tetapi juga memberikan manfaat finansial jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh umat," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALIran-AS Kembali Memanas! Dua Rudal Hantam Pulau Qeshm, Trump Akui Serangan Terbatas
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTegur Suami Gegara Judi, Istri di Jakbar Dianiaya hingga Disundut Bara Rokok
hendra·4 jam yang lalu -
NASIONALHasto Ungkap PDIP Intensif Lobi Fraksi DPR, Dorong Tindak Lanjut Putusan MA soal Gibran
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Pesta Miras, Pria di Maros Tikam Keponakan hingga Kritis gegara Salah Paham soal Gaji
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSDKPP Terima 5 Aduan soal Pencalonan Gibran, Dua Siap Masuk Tahap Persidangan
hendra·6 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·7 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·7 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·8 jam yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan