Nusantaraterkini.co,MEDAN-Di tengah hiruk pikuk jalanan Kota Medan, Sabtu (15/11/2025), terselip cerita perjuangan seorang driver Gojek bernama Rizal (40-an tahun).
Ia bukan hanya sekadar mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain, melainkan seorang kepala keluarga dengan tekad kuat, mencapai target penghasilan pribadi sebesar Rp220.000 per hari, meskipun perusahaan tidak menetapkan angka tersebut.
Baca Juga : Driver Ojol Cuma Dapat BHR Rp 50 Ribu, Legislator: Aplikator Mengejek Pemerintah
Bagi Rizal, target harian ini adalah angka yang harus dicapai demi menafkahi keluarganya. Ia memiliki tiga orang anak, di mana dua di antaranya masih menempuh pendidikan di bangku sekolah. Sementara anak yang paling besar, baru-baru ini berhenti dari pekerjaannya, menambah daftar tanggungan yang harus ia pikul sendiri.
"Ini bukan target dari Gojek, ini target dari dapur saya," ujar Rizal sambil tersenyum tipis, merujuk pada kebutuhan sehari-hari yang harus ia penuhi.
Ia mengestimasi, untuk kebutuhan pangan dasar keluarga dengan lima anggota, setidaknya Rp70.000-Rp100.000 harus dialokasikan setiap hari. Sisanya, dibagi untuk pos-pos penting lainnya seperti uang saku dan transportasi anak sekolah. Kemudian untuk membeli bensin dan operasional mencapai Rp30.000-Rp50.000 per hari. Selain itu untuk kebutuhan rumah tangga.
"Kalau ada sisa lebih, saya coba sisihkan sedikit. Namanya juga di jalan, ada saja risikonya. Atau kalau ada anak sakit," tambah Rizal, yang mengaku mulai ngojek sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB setiap hari.
Baca Juga : Syaiful Huda Dorong RUU Pekerja GIG, Usulkan Jaminan Penghasilan Bersih untuk Mitra Platform
Dari uraiannya, terlihat bahwa target Rp220.000 adalah batas minimal yang Rizal butuhkan untuk menjaga roda kehidupan keluarganya terus berputar. Angka tersebut bukan untuk kemewahan, melainkan untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, anak-anak tetap bisa sekolah, dan "dapur" tetap mengepul.
Strategi "GoRide" dan Waspada Titik Rawan
Untuk mencapai targetnya, Rizal menerapkan strategi kerja yang disiplin dan terfokus. Ia hanya memprioritaskan layanan GoRide (mengantar penumpang) dan sebisa mungkin menghindari layanan lain seperti GoFood atau GoSend.
"GoRide itu perputarannya lebih cepat, dan di jam-jam tertentu, permintaannya sangat tinggi. "Waktu saya harus efisien, tidak bisa menunggu terlalu lama di satu tempat untuk orderan makanan," ungkapnya.
Baca Juga : Perlindungan Lemah, Syaiful Huda Inisiasi RUU Pekerja Lepas
Selain fokus pada satu layanan, Rizal juga dikenal sangat waspada terhadap titik-titik rawan di Medan, terutama saat malam hari. Pengalaman di jalanan mengajarkannya untuk mengenali area mana yang minim penerangan atau sering terjadi tindak kejahatan.
"Waspada itu kunci utama. Keselamatan diri dan motor itu nomor satu. Kalau sudah malam, saya tidak ambil orderan ke gang-gang sempit atau area yang sepi banget, biar target tercapai tapi nyawa dan motor juga selamat," tegasnya.
(emn/Nusantaraterkini.co)
