Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terus mengalami peningkatan.
Menurut survei yang dilakukan Y-Publica elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 50,2 persen. Survei ini dilakukan pada tanggal 15-22 November 2023 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh Indonesia.
Data diambil melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang dipilih secara multistage random sampling. Sedangkan margin of error kurang lebih 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga : Pemerintah dan DPR Tegaskan Tak Bahas RUU Pilkada, Pilpres Tetap Dipilih Rakyat
Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono menyebutkan jika dibandingkan pada survei bulan Agustus atau belum berpasangan dengan Gibran, elektabilitas Prabowo hanya dikisaran 30 persen. Dia mengatakan lonjakan signifikan elektabilitas Prabowo terjadi usai berpasangan dengan putra sulung Presiden Jokowi tersebut.
"Pasangan Prabowo-Gibran bakal memenangi Pilpres 2024 yang kemungkinan akan berlangsung hanya dalam satu putaran," kata Rudi dilansir dari Antara.com, Sabtu (2/12/2023).
Sementara itu, pasangan Ganjar-Mahfud meraih suara sebesar 23,4 persen dan Anies-Muhaimin 17,9 persen. Sedangkan sisanya atau tidak tahu/tidak menjawab sebanyak 8,5 persen.
Baca Juga : Projo Dukung Prabowo, Akankah Tinggalkan Jokowi?
Dalam survei ini Ganjar nyaris tidak ada penambahan elektabilitas ketika berpasangan dengan Mahfud. Sementara Anies mendapat tambahan elektabilitas hampir 5 persen setelah berpasangan dengan Cak Imin.
"Ancaman bagi kubus Ganjar dan PDI Perjuangan makin besar jika Anies-Cak Imin mampu mencuri peluang untuk mempebesar elektabilitas dalam 2,5 bulan ke depan hingga bisa mengejar dan bahkan naik peringkat kedua menggeser Ganjar-Mahfud," kata Rudi.
Sumber: Antara.com
Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa
(HAM/nusantaraterkini.co).
