Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Stabilisasi Harga Jelang Natal dan Tahun Baru, Bulog Sumut Pacu Distribusi Beras SPHP

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Beras SPHP yang sudah beredar di pasar.(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co,MEDAN-Menghadapi datangnya perayaan akbar Natal 2025 dan menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) sedang memacu kuda distribusinya. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan utama, khususnya beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan komitmen mereka dalam menjangkau setiap sudut wilayah. Langkah ini diambil untuk mencegah lonjakan harga yang sering terjadi di momen-momen puncak konsumsi seperti ini.

"Kami terus melakukan penyaluran ke sejumlah kabupaten maupun kota sehingga tidak ada kelangkaan yang perlu dikhawatirkan masyarakat," ujar Budi Cahyanto, di Medan, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga : Bulog Sumut Minta Masyarakat Bijak Belanja Kebutuhan Pokok 

​Dalam upaya percepatan ini, Bulog Sumut tak berjalan sendirian. Proses penyaluran beras SPHP di lapangan diperkuat dengan adanya dukungan penuh dari tim monitoring dan evaluasi yang melibatkan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) beserta seluruh jajaran. Kerjasama lintas instansi ini, menurut Budi, sangat krusial.

"Adanya bantuan pengawasan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara membuat penanganan dalam penyaluran beras SPHP menjadi jauh lebih cepat dan tepat sasaran di berbagai mitra distribusi kami," terang Budi Cahyanto, menekankan pentingnya sinergi keamanan dan distribusi pangan.

Baca Juga : Bulog Sumut Pastikan Stok Beras, Gula, Daging Cukup Penuhi Kebutuhan Idul Fitri 1445 H


​Hingga saat ini, Bulog Sumut telah mengalirkan beras SPHP dalam jumlah yang signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa volume penyaluran telah mencapai 37.155 ton kepada berbagai mitra strategis. Mitra-mitra ini meliputi program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan pemerintah, pengecer tradisional di pasar rakyat, gerai pangan yang dibina oleh pemerintah daerah setempat, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga bergerak di sektor pangan.

​Meskipun harga jual dari Bulog tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram, Budi menjelaskan bahwa harga jual akhir ke konsumen dapat bervariasi tipis tergantung pada kebijakan penetapan harga di masing-masing instansi atau pengecer.

Baca Juga : Pedagang Beras di Medan Sebut Harga Ditentukan Toke, Masyarakat Bisa Apa? 

​Bulog Sumut sendiri telah mematok target yang ambisius untuk tahun ini. Total target penyaluran beras SPHP hingga Desember 2025 mencapai 89.861 ton. Oleh karena itu, langkah penggencaran distribusi ke seluruh mitra saat ini menjadi prioritas utama. Harapannya, dengan intervensi pasar yang masif ini, harga beras di pasar dapat terkendali, terutama di daerah-daerah pelosok.

​"Kami sangat berharap, dengan adanya kerja sama yang solid ini, beras bisa cepat tersalur ke pasar-pasar di daerah pelosok Sumut, dan beras SPHP menjadi alternatif harga yang terjangkau bagi masyarakat," pungkas Budi.

(Emn/Nusantaraterkini.co)