Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

SPEDA Dukung Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

SPEDA dukung Soeharto dianugerahi Pahlawan Nasional atas jasanya membangun desa, pendidikan, dan fondasi digital Indonesia.

Mantan Presiden Soeharto merupakan satu-satunya jenderal TNI yang pernah menjadi panglima sebanyak 8 kali sepanjang hidupnya. (Foto/tni.mil.id)
Mantan Presiden Soeharto merupakan satu-satunya jenderal TNI yang pernah menjadi panglima sebanyak 8 kali sepanjang hidupnya. (Foto/tni.mil.id)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Solidaritas Pemuda Desa () secara resmi menyatakan dukungan agar Jenderal (Purn.) H. M.  dianugerahi gelar dengan sebutan kehormatan.

Dukungan ini disampaikan melalui pernyataan resmi bidang dan SPEDA, yang menilai bahwa Soeharto memiliki kontribusi monumental terhadap , pemerataan pendidikan, dan fondasi digitalisasi nasional.

Ketua Bidang dan , Luis Andika, menjelaskan bahwa hasil kajian internal organisasi menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan era telah meletakkan dasar kuat bagi kemajuan ekonomi dan sosial di wilayah pedesaan Indonesia.

Menurut Luis, visi pembangunan Soeharto berpijak dari desa sebagai pusat kekuatan bangsa.

Program-program seperti Instruksi Presiden (Inpres) Desa, Tertinggal (IDT), dan Revolusi Hijau menjadi tonggak penting yang mengubah wajah pedesaan Indonesia.

“Soeharto melihat desa bukan sebagai beban pembangunan, melainkan sebagai kekuatan bangsa. Karena itu, ia membangun Indonesia dari desa ke kota, bukan sebaliknya,” ungkap Luis, Selasa (11/11/2025)

Data yang diperoleh SPEDA menunjukkan, selama masa pemerintahan Soeharto, lebih dari 60.000 desa mendapat dampak langsung dari program pembangunan, sementara angka kemiskinan nasional menurun dari 60 persen menjadi sekitar 11 persen.

Konsep Desa Mandiri dan Pembangunan Berkelanjutan yang kini digaungkan pemerintah, menurut Luis, merupakan kelanjutan dari visi pembangunan Soeharto.

Arsitek Pemerataan Pendidikan di Desa

Selain pembangunan fisik, Soeharto dinilai sebagai arsitek pemerataan pendidikan nasional.

Melalui Program SD Inpres yang dimulai tahun 1973, lebih dari 60 ribu sekolah dasar dibangun di berbagai pelosok tanah air, terutama di daerah pedesaan dan terpencil.

“Soeharto tidak hanya membangun sekolah, tetapi juga membangun kesadaran belajar di kalangan rakyat kecil,” jelas Luis.

Kebijakan Wajib Belajar 6 Tahun, pendirian SMK Pertanian dan Kelautan, serta penguatan pendidikan non formal melalui PKK, Karang Taruna, dan PKBM, menjadi bukti kuat perhatian Soeharto terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.

Fondasi Awal Digitalisasi Indonesia

Meski hidup di era pra-internet, Soeharto dinilai telah meletakkan dasar bagi transformasi digital Indonesia.

Ia mendirikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi () pada tahun 1978 serta meluncurkan pada 1976, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki satelit komunikasi sendiri.

“Palapa adalah simbol konektivitas desa dan kota, cikal bakal digitalisasi Indonesia. Soeharto membangun akses komunikasi dari Sabang sampai Merauke, jauh sebelum era internet,” ujar Luis.

Selain itu, pada akhir 1980-an Soeharto juga mendorong komputerisasi lembaga pendidikan dan pemerintahan, serta memperkuat TVRI sebagai media edukasi nasional yang menjadi cikal bakal model pendidikan jarak jauh saat ini.

Pengakuan Moral dan Sejarah

SPEDA menilai sudah selayaknya negara memberikan pengakuan moral dan historis atas jasa besar Soeharto dalam membangun fondasi kemajuan bangsa.

“Soeharto bukan hanya Bapak Pembangunan Nasional, tapi juga Bapak Indonesia yang membuka jalan bagi kemajuan pendidikan dan teknologi di pedesaan,” tegas Luis.

Sebagai bentuk penghargaan, SPEDA akan meluncurkan gerakan nasional bertajuk “Dari Desa untuk Bangsa: Meneladani Soeharto, Membangun Indonesia.”

Gerakan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat membangun desa secara berkelanjutan, cerdas, dan digital.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasanya. Kami, generasi muda desa, menilai Soeharto layak dianugerahi gelar sebagai Bapak Pembangunan Desa Indonesia,” tutup Luis.

(Akb/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru