Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Soal Roblox, Pemerhati Pendidikan: Anak Harus Dibimbing dan Diawasi saat Bermain Game

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pemerhati Pendidikan, Ajat Wiratma. (Foto: dok Instagram/@kangajatwiratma)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kekhawatiran terhadap konten yang tidak sesuai usia serta terdapat kekerasan bisa menciptakan rasa ingin tahu berlebihan bagi anak. Sehingga, alih-alih dilarang anak bakal malah sembunyi-sembunyi untuk bermain.

Karenanya, Pemerhati Pendidikan Ajat Wiratma berpendapat, anak-anak perlu dibimbing dan diawasi agar aman saat bermain game daring, bukan sekedar dilarang.

"Jika dilihat secara konten Roblox atau permainan daring sejenis, juga mengandung potensi edukatif, terdapat muatan coding, desain game, kreativitas, sehingga yang dibutuhkan sekarang bukan sekedar pelarangan, karena akan muncul banyak game lain juga, tapi pengawasan sesuai usia,' ujarnya, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga : Pemerintah Diminta Blokir Semua Game yang Merusak Masa Depan Anak

"Perbanyak permainan aman yang bisa menjadi alternatif menarik bagi anak, dan ini perlu ditanamkan dari rumah. Orang tua perlu banyak terlibat aktif bermain bersama anak, sehingga tidak bergantung pada games daring," sambungnya.

Lebih lanjut ia menilai, peran orang tua harus dikuatkan, karena banyak orang tua tidak paham Roblox, bagaimana mau mendampingi dan mengawasi. Pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan itu dimedia. 

Pendidikan untuk penguatan peran orang tua harus diperbanyak dilakukan pemerintah perlu membuat kebijakan strategis untuk pendidikan informal ini.

"Bukan hanya Roblox, banyak game lain, juga mengandung konten tidak layak. Jika Roblox dilarang tanpa kebijakan yang menyeluruh, maka akan pindah ke yang laian yang lebih berbahaya," tegasnya.

Baca Juga : Film Adaptasi Video Game, ‘A Minecraft Movie’. Pecah Rekor Box Office

Ditambahkan Ajat, Perlu ada regulasi komprehensif, bukan respons kasus per kasus. Apalagi, pelarangan Roblox harus juga disertai dengan usaha strategis jangka panjang dalam membina literasi digital anak. 

"Yang lebih penting kan pendidikan digital di rumah dan sekolah, kontrol orang tua berbasis pemahaman digital, begitupun institusi pendidikan lebih ke penanamkan literasi digital bukan sekedar membatasi," tandasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)