Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Siswa SMAN 17 Makassar Mogok Belajar Gegara Gagal Masuk PTN Jalur SNBP

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana sekolah saat siswa mogok belajar di SMAN 17 Makassar, Kamis (6/2/2025). (Foto: kumparan).

nusantaraterkini.co, MAKASSAR - Ratusan siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 17 Makassar, Sulawesi Selatan dilaporkan mogok belajar karena gagal masuk PTN jalur SNBP, Kamis (6/2/2025).

Aksi mogok belajar ini merupakan rangkaian dari aksi unjuk rasa yang dilakukan murid kelas XII pada Rabu (5/2/2025) kemarin. 

Wakil Kepala Humas SMAN 17 Makassar Kartini Kurnia mengatakan, proses belajar mengajar untuk murid kelas XII tidak dilakukan karena tidak ada murid yang datang ke sekolah.

Baca Juga : Disinyalir 'Gila Ngonten' Wakepsek SMAN 1 Mempawah Dihujat Netizen

“Iya, siswa kelas XII mogok belajar. Ada yang datang ke sekolah cuma sedikit,” kata Kartini dikutip kumparan, Kamis (6/2/2025).

Kartini mengatakan, jumlah siswa yang mogok belajar sekitar 80 persen. Sisanya, hanya sedikit yang datang ke sekolah, jumlahnya juga hanya mencapai 5 siswa.

“Ada sekitar 80 persen siswa-siswi kelas 3 tidak masuk sekolah. Mogok belajar. Ada yang datang, cuma sedikit," ujarnya.

Pihak sekolah memaklumi langkah mogok belajar yang dilakukan oleh murid kelas XII ini. Kata Kartini, tidak ingin memberikan tekanan kepada muridnya lantaran adanya kisruh pendaftaran SNBP.

Baca Juga : Personel Polisi Ditembak OTK saat Tangkap Bandar Narkoba di Deli Serdang

“Kami sedikit memaklumi langkah yang dilakukan oleh murid. Mungkin karena ada tekanan atau kekecewaan, kita jaga mental anak. Lagian juga ada pernyataan orang tua agar memberikan ruang kepada anak untuk (tidak masuk sekolah), dan orang tua tetap bertanggung jawab memastikan anaknya ada di rumahnya,” ucapnya.

“Daripada kalau datang ke sekolah hanya ribut, jadi tidak apa-apa di rumah dulu. Kalau saya tetap bisa berikan kebijakan dan memakluminya. Tapi jangan terlalu lama ya,” sambungnya.

Meski para murid mogok belajar di sekolah, guru tetap memberikan tugas. Para murid juga diminta tetap belajar di rumah untuk persiapan masuk kuliah jalur lainnya.

Sekolah terlambat mengisi PDSS

Kemendiktisaintek mengungkap ada 373 sekolah yang terlambat mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Perguruan Tinggi Nasional (PTN).

"Terdapat 373 sekolah teridentifikasi masuk dalam kategori sekolah yang sudah melengkapi data isian siswa eligible, seperti melengkapi nilai siswa eligible dalam 5 semester, namun belum melakukan finalisasi. Hal ini menyebabkan para siswa pada sekolah yang belum menyelesaikan finalisasi PDSS tersebut tidak dapat melakukan pendaftaran SNBP," kata Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2025 Eduart Wolok dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Dari 373 sekolah itu, ada 228 sekolah yang masih diberikan kesempatan memperbaiki finalisasi data ke Kemendikti. Caranya mengirimkan dokumen pernyataan surat kuasa kepada Panitia SNPMB yang isinya sekurang-kurangnya meliputi:

a. Identitas Sekolah (Nama Kepala Sekolah, NIP, Jabatan, NPSN, Nama Sekolah, Alamat, Kota/Kab).

b. Pengisian PDSS telah lengkap, dan hanya tinggal Finalisasi Akhir saja

c. Memberikan kuasa kepada Panitia SNPMB untuk melakukan Finalisasi Akhir

d. Dampak yang ditimbulkan dari proses ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah.

"Hingga tanggal 4 Februari 2025, pukul 15.00 WIB, sekolah yang difasilitasi untuk menerima bantuan sebanyak 228 sekolah dari total 373 sekolah," kata dia.

Berarti, ada 145 sekolah yang tidak mengajukan perbaikan pengisian data. Ini berarti sudah tidak ada kesempatan kedua untuk sekolah-sekolah tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co).