Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Puluhan Siswa SMAN 7 Binjai Mogok Belajar: Kepsek Banyak Masalah

Editor:  hendra
Reporter: Dra
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tangkapan layar saat aksi siswa mogok belajar di SMAN 7 Binjai

nusantaraterkini.co, BINJAI - Puluhan siswa SMAN 7 Binjai, Jalan Sawi, Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat mogok belajar

Aksi mogok belajar itu sempat direkam oleh salah satu siswa dan video tersebut viral di media sosial.

Diketahui peristiwa terjadi pada Selasa (5/11/2024). Bahkan, peristiwa tersebut sampai mengundang aparat kepolisian setempat hadir di sekolah.

Baca Juga : Siswa SMAN 17 Makassar Mogok Belajar Gegara Gagal Masuk PTN Jalur SNBP

Peristiwa dimaksud yakni, puluhan hingga seratusan murid mogok belajar dan menyampaikan aspirasinya di sekolah. 

Dalam video, terdengar teriakan pelajar kepada massa untuk menyuruh seseorang keluar dari kantor. Teriakan tersebut menggema dari mulut pelajar saat berada di depan sebuah ruangan.

Diduga ruangan tersebut adalah ruang kerja Kepala SMAN 7 Binjai, Khaidir. "Mana suara kita! Keluarkan dia dari kantornya," ujar salah seorang pelajar yang disambut teriakan lainnya.

Baca Juga : Blue Night Kembali Beroperasi Pascaizin Dicabut dan Disegel, Warga Pertanyakan Pengawasan Pemkab Langkat

Tak begitu jelas, siapa orang yang dimaksud untuk keluar dari dalam kantor atau salah satu ruangan. Informasi diperoleh wartawan, aksi demontrasi yang dilakukan pelajar karena mereka menilai jajaran pada SMAN 7 Binjai tidak perhatian kepada sekolah.

Fasilitas sekolah disebut-sebut tak menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun. Tidak hanya itu, terjadi kenaikan uang SPP pada kelas X dan XI secara tiba-tiba tanpa ada penjelasan dari pihak sekolah. 

"Angkatan 2022 SPP-nya Rp30 ribu. Untuk yang tahun pelajaran 2023 dan 2024 naik menjadi Rp50 ribu," ujar salah seorang pelajar.

Baca Juga : Viral Tim Gabungan di Tanjung Lago Razia Minuman Kemasan Diduga Berbahaya, WINGS Food Nyatakan Hoax

Bahkan, perangkat sekolah selalu melakukan pengutipan dengan modus sumbangan seikhlasnya ketika acara besar. Dalihnya untuk membuat kegiatan.

Acara besar dimaksud seperti pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, Maulid Nabi Muhammad SAW dan lainnya. "Yang kita tau uang SPP adalah salah satu uang sumbangan, di mana uang itu bisa digunakan untuk acara-acara tersebut," ujarnya. 

"Kemudian uang bantuan yang sampai saat ini belum cair, untuk teman-teman kami yang membutuhkan," sambungnya. 

Terakhir para murid mengatakan terkait fasilitas sekolah yang sudah rusak. Hingga detik ini belum ada perbaikan. 

"Lapangan futsal rusak enggak diperbaiki. Terus bangku dan meja belajar yang rusak juga tidak diperbaiki," bebernya.

Kepala SMAN 7 Binjai, Khaidir saat dikonfirmasi, tidak memberikan jawaban. Persoalan yang menyangkut SMAN 7 Binjai, bukan kali ini saja terjadi.

Khaidir pernah menjadi bahan pembicaraan di tengah masyarakat karena diduga memiliki Nomor Induk Pegawai atau NIP ganda. Terungkapnya dugaan NIP ganda dari ijazah pelajar yang lulus tahun 2014-2017 terdapat perbedaan dengan lulusan 2019. 

Pada tahun 2017, NIP Khaidir: 19610713 199001 1 001. Namun pada 2019, NIP milik Khaidir berubah jadi 19670713 199001 1 001.

Arti dari NIP 19610713 adalah, Khaidir lahir tahun 1961 bulan Juli tanggal 13. Sementara arti dari NIP pada nomor 199001 merupakan status sebagai CPNS tahun 1990 pada Januari. 

Muncul dugaan, perubahan NIP dilakukan Khaidir karena tak ingin pensiun. Disebut-sebut Khaidir menjabat sebagai pucuk pimpinan di SMAN 7 Binjai sudah cukup lama. 

Bahkan informasi diperoleh menyebut, Khaidir sejatinya sudah pensiun atau purnabakti pada tahun lalu. Namun nyatanya, Khaidir belum masih menjabat hingga kini.

(Dra/nusantaraterkini.co)