Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Seruan Boikot Kurma Israel Bentuk Solidaritas Terhadap Palestina

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Khafi (Foto: istimewa)

Seruan Boikot Kurma Israel Bentuk Solidaritas Terhadap Palestina

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR, Ashabul Kahfi, menyebut seruan boikot produk kurma dari Israel sebagai bentuk tanda dan dukungan solidaritas masyarakat terhadap Palestina.

Baca Juga : Beredar Seruan Boikot Kurma Israel, Ketua Komisi VIII DPR: Wujud Solidaritas terhadap Palestina

“Soal adanya keinginan untuk memboikot produk Israel, harus dipahami, itulah cara masyarakat menunjukkan solidaritas terhadap penderitaan masyarakat Palestina yang dalam beberapa bulan terakhir terus dibombardir senjata dan bom tentara Israel,” kata Ashabul, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga : Wujud Empati Bencana, Panitia Natal ASN Sumut Alihkan Seremoni Menjadi Aksi Kemanusiaan

Menurutnya, seruan tersebut tidak menjadi masalah selama tidak ada tindakan anarkis. Dia menilai sisi positifnya adalah masyarakat akan memilih menggunakan produk dalam negeri.

“Selama cara yang digunakan tidak anarkis, seperti menyerang atau memaksa tutup toko, saya kira tidak masalah,” kata politisi PAN itu.

Baca Juga : Balai Pemasyarakatan Sibolga Memberikan Dukungan kepada Masyarakat Sibolga yang Terdampak Bencana

“Kalau sekadar ajakan tidak membeli produk tertentu, saya pikir itu wajar saja. Sama seperti ajakan menggunakan produk dalam negeri,” tambahnya.

Muncul seruan boikot dari belahan dunia membeli produk kurma merek Israel menjelang Ramadan. Pedagang di Pasar Tanah Abang menjamin tak ada kurma Israel yang dijajakan.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mendukung ramainya seruan untuk memboikot kurma dari Israel jelang bulan Ramadan 1445 Hijriah tahun ini.

Baginya, memboikot pelbagai produk Israel sama saja sebagai bentuk perlawanan umat Islam terhadap aksi pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap penduduk Palestina.

"Untuk apa kita membeli produk-produk Israel itu. Mereka tiap hari membunuh rakyat dan bangsa Palestina. Salah satu bentuk perlawanan kita ya memboikot produk Israel itu," kata Anwar.

Anwar mengatakan Indonesia memiliki prinsip menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Karena itu segala bentuk yang bertentangan prinsip itu harus dilawan, termasuk tindakan kejam yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Ia juga menyinggung kurma tak hanya berasal dari Israel, melainkan juga banyak diimpor dari negara-negara lain seperti Arab Saudi hingga Irak. Sehingga, banyak alternatif pilihan bagi warga untuk memilihnya.

"Kecuali barang itu masuk kategori yang tak bisa tergantikan. Tapi kan kurma itu [bukan barang] yang tidak darurat. Masih banyak kurma-kurma lain yang bisa kita dapatkan," katanya.

Sebaliknya, Anwar juga mengatakan membeli produk-produk atau perusahaan yang terafiliasi dari Israel sama saja memperkuat Israel. Karenanya, kondisi ini harus dicegah supaya Israel tak semakin kuat.

"Salah satunya ya enggak usah beli produk Israel dan perusahaan yang membantu Israel yang telah bunuh rakyat Palestina. Ini sudah ada lebih dari 30 ribu korban. Ini negara yang paling biadab dan negara yang sangat antimanusia dan kemanusiaan," katanya.

Sejumlah pedagang Pasar Tanah Abang Blok F dan Blok C, mengatakan hanya ada 10 sampai 15 jenis kurma yang dijual.

Harga termurah Rp25 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram untuk kurma jenis Mesir. Sedangkan kurma paling mahal jenis Medjool dan Ajwa. Harganya berkisar Rp150 ribu sampai Rp300 ribu.

Salah satu pedagang kurma, Andi Dermawan (25) mengatakan, kurma merek Israel, Jordan River, sempat dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Namun merek tersebut saat ini tak lagi beredar di Pasar Tanah Abang.

“Dulu pernah ada, ada importir nawarin merek kurma Jordan River. Tapi, semenjak Covid, merek Jordan River nggak pernah masuk. Sekarang sudah nggak ada lagi di Tanah Abang,” katanya kepada wartawan.

Andi mengatakan, pembelinya saat ini kerap menanyakan terlebih dulu jenis kurma yang dijual. Andi menjamin kurma yang dijual di pasar Tanah Abang tidak ada produk Israel.

“Pernah (penjual yang bertanya). Tapi kebanyakan nanyanya lebih ke dua jenis sih. Satu kurma Israel, dua kurma Iran. Kalau kurma Israel kita memang nolak sih. Saya jamin kurma yang ada di pasar Tanah Abang ini, apalagi Blok F, tidak ada kurma dari Israel,” tuturnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)