Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Beredar Seruan Boikot Kurma Israel, Ketua Komisi VIII DPR: Wujud Solidaritas terhadap Palestina

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pedagang Kurma di Pasar Tanah Abang (Foto: detikcom/Anisa Indraini)

Nusantaraterkini.co - Baru-baru ini, muncul seruan untuk memboikot produk kurma asal Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi mengatakan seruan tersebut merupakan wujud solidaritas masyarakat.

"Soal kurma Israel, saya sendiri kurang tahu ya. Tidak terkait langsung dengan mitra kerja kami. Tapi soal adanya keinginan untuk memboikot produk Israel, harus dipahami itulah cara masyarakat menunjukkan solidaritas terhadap penderitaan masyarakat Palestina yang dalam beberapa bulan terakhir terus dibombardir senjata dan bom tentara Israel," kata Ashabul kepada wartawan, Rabu, (6/3/2024), dikutip dari detikNews.

Ashabul menilai seruan tersebut boleh-boleh saja asalkan tidak ada tindakan anarkis. Ia mengatakan, justru sisi positifnya adalah masyarakat akan memilih menggunakan produk lokal.

Baca Juga : Seruan Boikot Kurma Israel Bentuk Solidaritas Terhadap Palestina

"Selama cara yang digunakan tidak anarkis, seperti menyerang atau memaksa tutup toko, saya kira tidak masalah," katanya.

"Kalau sekadar ajakan tidak membeli produk tertentu, saya pikir itu wajar saja. Sama seperti ajakan menggunakan produk dalam negeri," tambahnya.

Menjelang Ramadhan, masyarakat di seluruh dunia menyerukan boikot terhadap produk kurma merek Israel. Para pedagang di Pasar Tanah Abang memastikan bahwa tak ada kurma asal Israel yang dijual.

Baca Juga : Pemerintah Diminta Pastikan Alokasi Bantuan Jaminan Hidup Korban Banjir Tepat Sasaran

Dilansir dari detikcom, saat menyusuri Pasar Tanah Abang Blok F dan Blok C, Jakarta Pusat, Rabu (6/3). Beberapa pedagang mengatakan hanya ada 10 hingga 15 jenis kurma yang dijual.

Harga kurma jenis Mesir merupakan yang termurah Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram. Sementara kurma Medjool dan Ajwa saat ini merupakan varietas kurma termahal. Harganya berkisar Rp 150 ribu sampai 300 ribu.

Salah satu pedagang kurma, Andi Dermawan (25), mengaku kurma merek Israel, Jordan River, sempat dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Namun merek tersebut saat ini tak lagi beredar di Pasar Tanah Abang.

Baca Juga : 16 Lansia Tewas dalam Kebakaran Panti Jompo di Manado, Komisi VIII DPR Desak Reformasi Total

"Dulu pernah ada, ada importir nawarin merek kurma Jordan River. Tapi, semenjak COVID, merek Jordan River nggak pernah masuk. Sekarang sudah nggak ada lagi di Tanah Abang," kata Andi kepada wartawan.

Andi mengatakan para pembeli saat ini kerap menanyakan terlebih dulu jenis kurma yang dijual. Andi memastikan kurma yang dijual di pasar Tanah Abang tidak ada produk Israel.

"Pernah (penjual yang bertanya). Tapi kebanyakan nanyanya lebih ke dua jenis sih. Satu kurma Israel, dua kurma Iran. Kalau kurma Israel kita memang nolak sih. Saya jamin kurma yang ada di pasar Tanah Abang ini, apalagi Blok F, tidak ada kurma dari Israel," tuturnya.

Baca Juga : Kemenkes Diminta Perkuat Pemantauan Super Flu, Imbau Masyarakat Jangan Panik

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: detikNews