Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sepuluh Korban Jiwa di Desa Sialogo Tak Masuk Data Pemkab Tapteng

Banjir dan longsor di Desa Sialogo Tapteng tewaskan 10 warga, korban tak masuk data resmi Pemkab, evakuasi masih terhambat.

Salah satu rumah warga yang tertimbun longsor di Desa Sialogo, Kecamatan Lumut. Hingga saat ini belum ada penanganan dari Pemkab Tapteng, Senin (8/12/2025). (Foto : istimewa).
Salah satu rumah warga yang tertimbun longsor di Desa Sialogo, Kecamatan Lumut. Hingga saat ini belum ada penanganan dari Pemkab Tapteng, Senin (8/12/2025). (Foto : istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co,-Pasca bandang dan tanah di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), salah satunya , Kecamatan Lumut, termasuk lokasi yang terparah. Informasi dihimpun ada 10 korban meninggal di desa tersebut, namun tak masuk dalam data korban yang dimiliki Dinas Kominfo Kabupaten Tapteng.

Hingga, Senin (8/12/2025), akses jalan masih putus total di Desa Sialogo. Selain itu, beberapa korban belum ditemukan dan rumah rusak karena timbunan longsor. Banjir dan tanah longsor yang terjadi 25 November 2025 lalu, menyebabkan 10 orang dan 1 orang luka tertimpa longsor dan 80 persen masyarakat Desa Sialogo kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga : Komunikasi Lumpuh, Perantau Tapteng di Medan Resah dan Buka Posko untuk Saling Menguatkan

Data ini berbeda dengan yang di laporkan oleh Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Tapteng tertanggal 6 Desember 2025 yang menyatakan belum ada di Kecamatan Lumut.

Fanotona Zai, warga mengungkapkan kekesalannya pada data yang dikeluarkan Pemkab Tapteng.

"Sepuluh  warga menjadi korban dan baru empat orang yang ditemukan, sisanya masih tertimbun , apa mereka bukan manusia hingga tidak terdata oleh Pemkab Tapteng," ungkapnya.

Bahkan, kata dia, hingga saat ini, evakuasi korban yang tertimbun longsor hingga pascabanjir hari ke-13 belum ada dari pemerintah daerah.

Disebutkannya, warga desa hampir semuanya mengungsi sebab tempat tinggal mereka hancur total, namun tak terdata oleh Pemkab.

"Sepertinya data yang dikeluarkan Pemkab tidak valid, sebab mereka tidak turun langsung ke lokasi bencana," ujar Zai.

Ia berharap jangan hanya Pemkab Tapteng atau Provinsi Sumatra Utara yang turun menyelesaikan bencana yang menimpa hampir 75 persen wilayah Tapteng.

Baca Juga : Empat Warga Tewas Tertimbun Longsor di Tapteng, Satu Keluarga Lenyap Saat Terlelap

"Sebagai Warga Negara Indonesia, saya berharap pemerintah pusat turut membantu dan mendukung percepatan pemulihan wilayah yang terkena serta terdampak . Saya juga berharap bencana ini menjadi bencana Nasional," harapnya.

(Jjm/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait