Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Komunikasi Lumpuh, Perantau Tapteng di Medan Resah dan Buka Posko untuk Saling Menguatkan

Komunikasi Tapteng lumpuh akibat banjir dan longsor, perantau di Medan resah dan buka posko MASIPEKA untuk saling bantu dan kumpulkan informasi.

Komunitas MASIPEKA saling bertukar informasi, di posko Jalan Halat, Medan, Rabu (26/11/2025). (Foto: Dok MASIPEKA)
Komunitas MASIPEKA saling bertukar informasi, di posko Jalan Halat, Medan, Rabu (26/11/2025). (Foto: Dok MASIPEKA)
A A

Nusantaraterkini.co, - Perantau asal Tapanuli Tengah (Tapteng) dan yang bermukim di Medan resah akibat  jaringan komunikasi ke kampung halaman terputus. Hal ini sebagai dampak dari  banjir bandang dan longsor sejak Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025).

Di sejumlah kawasan permukiman, warga tampak terus memeriksa ponsel, berharap ada pesan yang masuk. Sebagian lainnya memilih berkumpul di posko-posko informal yang dibentuk komunitas –Sibolga yaitu . Posko ini untuk saling bertukar informasi dan menenangkan satu sama lain. Namun, informasi yang beredar masih simpang siur.

Baca Juga : Jalan Taput–Tapteng Terputus Akibat Longsor, Komunikasi Lumpuh dan Relawan Terjebak 

“Sudah dua hari kami tidak bisa menghubungi orang tua. Telepon mati, WhatsApp centang satu terus. Kami hanya bisa berharap tidak terjadi apa-apa,” ujar Ardiansyah Tanjung asal Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng yang sekaligus mempelopori komunitas MASIPEKA, Rabu (26/11/2025).

Situasi semakin tak menentu karena laporan resmi bergerak lambat, sementara unggahan di media sosial sulit diverifikasi. Beberapa warga mengaku sempat menerima video amatir dari sekitar lokasi bencana sebelum jaringan benar-benar hilang kontak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut menyebut tim gabungan masih berupaya menembus wilayah terdampak. Akses jalan banyak tertutup material longsor, sehingga alat berat dikerahkan dari dua arah, yakni Sibolga dan Tarutung.

Sementara itu, Telkomsel merilis holding statement terkait gangguan jaringan pasca-bencana. General Manager Region Network Operations & Productivity Sumbagut, Nurdianto, menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi sekaligus permohonan maaf atas penurunan kualitas layanan.

Baca Juga : Delapan Warga Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan 

Menurutnya, gangguan terjadi karena sejumlah titik jaringan transport rusak diterjang longsor dan banjir, ditambah pemadaman listrik di beberapa wilayah.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan melakukan percepatan pemulihan agar pelanggan kembali dapat menikmati layanan komunikasi dengan lancar,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Buka Donasi

MASIPEKA di Medan kini membuka dapur darurat dan pos layanan informasi. Mereka berusaha mendata laporan warga, mencocokkannya dengan informasi relawan, lalu membagikannya melalui kanal komunitas.

Selain itu, mereka juga akan menggelar aksi donasi di sejumlah titik di Kota Medan. Saat yang bersamaan MASIPEKA juga membuka donasi kemanusiaan untuk warga Tapteng-Sibolga yang terdampak: 13502040053283 Bank Sumut, atas nama Ardiansyah Tanjung.

Baca Juga : Banjir dan Longsor Bikin Jaringan Terputus, Warga Tapteng di Perantauan Cemas Tak Bisa Hubungi Keluarga 

Perlu diketahui, posko yang mereka buka bertempat di sebuah Coffe Shop bernama Rumah Kito Coffe and Space yang beralamat di Jalan Halat, Gang Rambung Nomor 176, Kota Medan.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)




Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait