Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Puasa seharusnya membawa manfaat bagi kesehatan tubuh, mulai dari detoksifikasi alami hingga memperbaiki sistem pencernaan.
Namun, tidak sedikit orang justru mengeluhkan masalah pencernaan seperti sembelit saat puasa. Kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman, perut kembung, hingga menurunkan konsentrasi saat beraktivitas.
Sembelit atau konstipasi saat puasa bisa dialami siapa saja, baik remaja, orang dewasa, hingga lansia. Pola makan yang berubah, kurang minum, serta pilihan makanan yang kurang tepat menjadi penyebab utama.
Lalu, apakah sembelit saat puasa itu normal? Minum apa agar sembelit hilang? Apakah boleh makan singkong? Dan bagaimana ciri-ciri asam lambung naik saat puasa?
Berikut pembahasan lengkapnya.
Apakah Sembelit Normal Terjadi saat Puasa?
Ya, sembelit saat puasa tergolong normal dan cukup sering terjadi. Perubahan jadwal makan dari biasanya menjadi hanya saat sahur dan berbuka membuat sistem pencernaan perlu waktu untuk beradaptasi.
Beberapa penyebab utama sembelit saat puasa antara lain:
1. Kurang Asupan Cairan
Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama lebih dari 12 jam. Jika saat sahur dan berbuka tidak cukup minum air putih, feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
2. Kurang Serat
Banyak orang lebih memilih makanan praktis seperti gorengan, makanan manis, dan nasi putih saat berbuka. Padahal, kurangnya serat dari sayur dan buah dapat memperlambat pergerakan usus.
3. Perubahan Pola Buang Air Besar
Biasanya buang air besar terjadi pagi hari. Saat puasa, jadwal ini bisa terganggu karena tubuh masih menyesuaikan diri.
4. Kurang Aktivitas Fisik
Rasa lemas dan mengantuk saat puasa membuat sebagian orang mengurangi aktivitas fisik. Padahal, gerakan tubuh membantu kerja usus.
Baca Juga : 5 Cara Menghilangkan Sembelit Secara Alami yang Harus Kalian Lakukan
Jika sembelit hanya terjadi sesekali dan tidak disertai nyeri hebat atau perdarahan, kondisi ini masih tergolong wajar. Namun, bila berlangsung lebih dari seminggu, sebaiknya mulai memperbaiki pola makan dan gaya hidup.
Minum Apa Agar Sembelit Hilang saat Puasa?
Salah satu cara paling efektif mengatasi sembelit saat puasa adalah dengan memperhatikan jenis minuman yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka.
Berikut beberapa minuman yang dapat membantu melancarkan buang air besar:
1. Air Putih
Air putih adalah solusi utama sembelit. Terapkan pola 2-4-2:
- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas malam hari
- 2 gelas saat sahur
Air membantu melembutkan feses dan memperlancar pergerakan usus.
2. Air Hangat
Minum air hangat saat sahur atau setelah berbuka dapat merangsang kerja usus dan membantu proses pencernaan.
3. Jus Buah Berserat
Beberapa jus yang baik untuk mengatasi sembelit saat puasa antara lain:
- Jus pepaya
- Jus pir
- Jus apel dengan kulit
- Jus alpukat tanpa gula berlebih
Buah-buahan ini tinggi serat dan membantu meningkatkan volume feses.
4. Air Rendaman Kurma
Kurma mengandung serat alami dan sorbitol yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Rendam kurma semalaman dan minum airnya saat sahur.
5. Susu Probiotik
Minuman probiotik membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus, sehingga pencernaan menjadi lebih sehat.
Hindari minuman berkafein berlebihan seperti kopi dan teh kental karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan memperparah sembelit.
Apakah Sembelit Boleh Makan Singkong?
Boleh, bahkan dianjurkan, asalkan diolah dengan benar dan tidak berlebihan.
Singkong merupakan sumber karbohidrat kompleks yang mengandung serat cukup tinggi. Serat ini membantu memperlancar sistem pencernaan dan mencegah sembelit saat puasa.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Manfaat Singkong untuk Sembelit
- Mengandung serat yang membantu pergerakan usus
- Memberi rasa kenyang lebih lama
- Baik sebagai pengganti nasi
Cara Konsumsi Singkong yang Tepat
- Direbus atau dikukus, bukan digoreng
- Dikonsumsi bersama sayur dan protein
- Minum air putih yang cukup setelahnya
Hal yang Perlu Diwaspadai
Jika dikonsumsi berlebihan tanpa cukup air, singkong justru bisa menyebabkan perut kembung dan susah buang air besar.
Jadi, bagi penderita sembelit saat puasa, singkong aman dikonsumsi dalam porsi wajar dan diimbangi cairan serta sayuran.
Ciri-ciri Asam Lambung Naik saat Puasa
Selain sembelit, keluhan lain yang sering muncul saat puasa adalah asam lambung naik. Kondisi ini bisa terjadi karena perut kosong terlalu lama atau pola makan yang tidak teratur.
Baca Juga : Ini Tanda Sembelit pada Balita yang Perlu Diwaspadai
Berikut ciri-ciri asam lambung naik saat puasa yang perlu diwaspadai:
1. Nyeri atau Perih di Ulu Hati
Rasa perih atau panas di bagian atas perut sering muncul saat siang atau menjelang berbuka.
2. Sensasi Terbakar di Dada (Heartburn)
Asam lambung yang naik ke kerongkongan menimbulkan rasa panas di dada hingga tenggorokan.
3. Mual dan Ingin Muntah
Asam lambung berlebih dapat memicu rasa mual, terutama jika langsung makan berlebihan saat berbuka.
4. Mulut Terasa Asam atau Pahit
Ini terjadi akibat cairan asam lambung naik ke mulut.
5. Perut Kembung dan Begah
Pencernaan yang terganggu membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.
Menariknya, sembelit dan asam lambung bisa saling berkaitan. Sistem pencernaan yang tidak lancar dapat memperburuk tekanan di perut, sehingga memicu naiknya asam lambung.
Tips Mencegah Sembelit dan Asam Lambung saat Puasa
Agar puasa tetap nyaman, berikut beberapa tips sederhana:
- Perbanyak konsumsi sayur dan buah berserat
- Minum air putih cukup saat sahur dan berbuka
- Hindari makan terlalu cepat dan berlebihan
- Kurangi gorengan dan makanan pedas
- Tetap aktif dengan olahraga ringan
- Jangan langsung tidur setelah makan
Dengan pola hidup sehat, sembelit saat puasa dan gangguan asam lambung bisa dicegah.
Sembelit saat puasa adalah kondisi yang normal, terutama jika tubuh kekurangan cairan dan serat. Untuk mengatasinya, perbanyak minum air putih, konsumsi buah berserat, dan pilih makanan yang tepat. Singkong boleh dikonsumsi asal tidak berlebihan dan diolah dengan sehat.
Selain itu, penting untuk mengenali ciri-ciri asam lambung naik saat puasa agar dapat segera melakukan pencegahan. Dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman dan lancar.
(Akb/nusantaraterkini.co)
