Rupiah Kembali Melemah! Dibuka ke Rp18.095 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan
Rupiah melemah 0,07% ke Rp18.095 per dolar AS pada Jumat (6/11/2026). Mayoritas mata uang Asia turut tertekan di awal perdagangan.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Jumat (6/11/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga bergerak di zona merah.
Mengacu pada data perdagangan, rupiah dibuka turun 0,07 persen ke posisi Rp18.095 per dolar AS. Pelemahan ini menunjukkan pembalikan arah setelah rupiah berhasil mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Tekanan terhadap mata uang regional juga terlihat pada sejumlah negara Asia lainnya. Baht Thailand melemah 0,14 persen, ringgit Malaysia turun 0,29 persen, sedangkan yuan China terkoreksi 0,05 persen.
Pelemahan turut dialami peso Filipina sebesar 0,02 persen, dolar Taiwan 0,21 persen, dolar Singapura 0,14 persen, serta yen Jepang yang turun 0,17 persen.
Di tengah tren negatif tersebut, beberapa mata uang Asia justru mampu mempertahankan penguatan. Dolar Hong Kong naik 0,04 persen, won Korea Selatan menguat 0,21 persen, dan rupee India bertambah 0,18 persen.
Rupiah Sempat Menguat pada Penutupan Perdagangan
Pergerakan rupiah pada pembukaan Jumat berbanding terbalik dengan kondisi perdagangan sehari sebelumnya. Pada Kamis (5/11/2026), rupiah berhasil ditutup menguat 0,47 persen ke level Rp18.082 per dolar AS.
Trading Economics melaporkan, penguatan rupiah saat itu berlangsung di tengah pelemahan indeks dolar AS. Pelaku pasar juga mencermati dampak kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan sela atau midterm elections di Amerika Serikat.
Dari sisi domestik, sentimen positif turut datang dari kinerja perekonomian nasional. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III 2026 tercatat mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian tersebut melampaui ekspektasi pasar, ditopang konsumsi rumah tangga yang tetap kuat serta peningkatan aktivitas sektor manufaktur.
Pemerintah sendiri memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026. Namun, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya memberikan sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi berpeluang melampaui target tersebut dan mencapai sekitar 5,5 persen.
Faktor lain yang menjadi perhatian pasar adalah kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan rasio giro wajib minimum (GWM) perbankan. Kebijakan tersebut diperkirakan dapat menambah likuiditas sekitar Rp190 triliun ke sistem perbankan guna mendorong penyaluran kredit, dengan tetap menjaga stabilitas nilai tukar.
Di sisi lain, investor masih menantikan pengumuman data cadangan devisa Indonesia untuk periode Oktober 2026 yang dijadwalkan dirilis pada Jumat.
Trading Economics memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.063,7 per dolar AS pada kuartal IV 2026.
Meski sempat menguat pada perdagangan sebelumnya, tekanan pada pembukaan Jumat masih menunjukkan tantangan yang dihadapi mata uang Garuda. Secara akumulatif, rupiah tercatat mengalami depresiasi 1,18 persen dalam sebulan terakhir dan melemah 8,27 persen sepanjang satu tahun terakhir.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
SUMSELAnggota DPR Pertanyakan Subsidi LRT Sumsel Senilai Rp300 Miliar
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
EKONOMIRico Waas Instruksikan Pembenahan Pasar Tradisional, Utamakan Pedagang
Herman Saleh Harahap·45 menit yang lalu -
EKONOMIRupiah Kembali Melemah! Dibuka ke Rp18.095 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan
hendra·59 menit yang lalu -
NEWSPanglima TNI Pastikan Hak Keluarga Prajurit Gugur Terpenuhi
Herman Saleh Harahap·59 menit yang lalu -
NEWSWacana Dasco Cawapres Dinilai Pengalihan Isu Penyadapan Presiden
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
NEWSPolri Didesak Usut Motif dan Aktor di Balik Dugaan Penyadapan Prabowo
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALAnggota DPR Minta Transparansi Proses Hukum Penyadapan Presiden
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan