Nusantaraterkini.co, MEDAN - Polda Sumut bersama dengan Polres Karo melaksanakan rekonstruksi kasus pembakaran rumah wartawan yang merenggut nyawa 4 korban jiwa di Kabanjahe, Karo, Jumat (19/7/2024).
Rekonstruksi berlangsung maraton mulai Jumat sore sekitar pukul 14.30 WIB hingga malam hari pukul 20.11 WIB dan digelar di 6 lokasi di Karo.
Reka ulang adegan pembunuhan turut dihadiri 3 orang tersangka yakni berinisial B alias Bulang yang berperan sebagai pemberi perintah ke eksekutor, kemudian RAS dan YT yang berperan sebagai eksekutor pembakaran.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Polda Sumut Gelar Apel Operasi Keselamatan Toba 2026
"Ada 6 tempat kejadian perkara yang dilakukan rekonstruksi langsung, dengan melibatkan ketiga tersangka dan juga ada pemeran pengganti serta lebih dari 15 saksi yang diundang," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat malam usai rekonstruksi.
Ia mengatakan terdapat 57 adegan dalam rekonstruksi pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu (46).
"Sebanyak 57 adegan yang semuanya diperankan oleh para tersangka, semua proses ini untuk kepentingan penyidikan dan semuanya dituangkan dalam berita acara," kata Hadi.
Baca Juga : Grebek Sarang Narkoba, Polsek Sunggal Amankan Tiga Pelaku Narkoba
"Yang nantinya akan memperkuat proses penyidikan yang sudah berjalan dan tentu bisa dipertanggungjawabkan dalam proses persidangan nantinya," sambungnya.
Proses rekonstruksi juga menarik perhatian warga sekitar yang ramai memadati lokasi utama yakni pembakaran rumah korban di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe.
Diketahui, kebakaran melanda rumah milik seorang wartawan di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Kamis (27/6/2024) dinihari.
Kebakaran ini merenggut 4 orang korban meninggal dunia. Keempat korban masing-masing bernama Sempurna Pasaribu (47), istrinya Efrida Boru Ginting (48), anaknya, Sudi Inveseti Pasaribu (12) dan cucunya Lowi Situngkir (3).
Di balik kebakaran maut ini, muncul isu janggal karena korban almarhum Sempurna Pasaribu menyoroti dugaan perjudian di Kabanjahe yang diduga melibatkan oknum aparat.
Polda Sumut yang menyelidiki kasus ini kemudian menangkap 3 orang tersangka, namun dalang pembakaran dan motifnya masih belum terungkap.
(cw5/nusantaraterkini.co)
