Nusantaraterkini.co, MEDAN-Malam yang penuh drama di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa telah menyisakan berbagai kejutan dan catatan krusial bagi tim-tim raksasa yang tengah berjuang di babak play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari tadi. Sejumlah hasil pertandingan menunjukkan dominasi yang tak terduga, sementara beberapa tim lainnya harus puas dengan kemenangan tipis yang masih meninggalkan celah lebar bagi lawan mereka untuk melakukan aksi balas dendam di leg kedua mendatang.
Sorotan utama tertuju pada performa impresif Galatasaray dan perjuangan keras Paris Saint-Germain yang berhasil mencuri kemenangan dalam laga yang diwarnai kartu merah.
Baca Juga : Liga Champions: Badai Gol di Istanbul, Galatasaray Hancurkan Juventus 5-2
Di Istanbul, Galatasaray tampil begitu perkasa saat menjamu raksasa Italia, Juventus. Dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi tersebut, wakil Turki ini berhasil menghancurkan pertahanan Juventus dengan skor telak 5-2. Keunggulan jumlah pemain menjadi faktor kunci setelah salah satu penggawa Juventus harus diusir keluar lapangan oleh wasit akibat kartu merah.
Baca Juga : Jose Mourinho Diskors 3 Laga Gegara Remas Hidung Pelatih Galatasaray
Kekalahan besar ini menjadi pukulan telak bagi Juventus, yang kini memikul beban berat untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri. Secara matematis, Juventus membutuhkan kemenangan setidaknya dengan selisih tiga gol tanpa kebobolan untuk bisa lolos, sebuah tugas yang tampak nyaris mustahil jika melihat rapuhnya lini pertahanan mereka saat menghadapi gempuran Galatasaray yang sedang dalam kondisi puncak.
Beralih ke laga lainnya, Real Madrid menunjukkan kelasnya sebagai "raja Eropa" dengan memetik kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Benfica. Meski hanya unggul satu gol, hasil ini sangat krusial bagi Los Blancos karena mereka akan memainkan leg kedua di Santiago Bernabéu dengan modal keunggulan agregat.
Baca Juga : Hasil Liga Champions: Madrid Menang dengan 10 Pemain, Juventus vs Dortmund Hujan 8 Gol
Benfica sendiri sebenarnya memberikan perlawanan yang gigih dan mampu mengimbangi permainan lini tengah Madrid, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat mereka gagal mencetak gol penyeimbang. Bagi Real Madrid, hasil ini memberikan mereka kenyamanan strategis, sementara Benfica harus tampil habis-habisan dan wajib mencetak gol di Madrid jika ingin menjaga mimpi mereka tetap hidup di kompetisi ini.
Baca Juga : Kylian Mbappe Pastikan Kemenangan Real Madrid dalam Laga Penuh Kartu Melawan Rayo Vallecano
Sementara itu, wakil Jerman, Borussia Dortmund, berhasil mengamankan kemenangan 2-0 atas Atalanta. Kemenangan dengan selisih dua gol ini memberikan Dortmund napas yang cukup lega sebelum melakukan perjalanan ke Italia. Dortmund tampil disiplin secara taktik, mampu meredam agresivitas Atalanta yang biasanya sangat cair dalam membangun serangan.
Di sisi lain, Atalanta yang dikenal sebagai tim kuda hitam yang penuh kejutan kini terjepit dalam situasi sulit. Mereka dituntut untuk menang dengan selisih tiga gol di leg kedua, atau setidaknya menyamai skor untuk memaksakan babak tambahan. Bermain di hadapan pendukung sendiri mungkin akan memberikan energi ekstra bagi Atalanta, namun Dortmund bukanlah tim yang mudah goyah di bawah tekanan atmosfer tandang yang panas.
Baca Juga : Hasil Liga Champions: Real Madrid Bantai Monaco 6-1, Mbappe Cetak Brace di Bernabeu
Drama tak kalah sengit tersaji dalam pertemuan antara Monaco dan Paris Saint-Germain (PSG). Dalam derbi sesama klub Liga Prancis di panggung Eropa ini, PSG berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2. Laga ini berjalan sangat emosional dan keras, terbukti dengan adanya kartu merah yang diterima oleh salah satu pemain Monaco.
Meskipun bermain dengan sepuluh orang, Monaco tetap mampu memberikan perlawanan sengit dan mencetak dua gol, menunjukkan bahwa mereka memiliki daya gedor yang tidak bisa diremehkan. Namun, kualitas individu pemain PSG akhirnya menjadi pembeda dalam mengamankan skor kemenangan.
Dengan hasil 3-2, peluang kedua tim sebenarnya masih sangat terbuka lebar. Monaco hanya membutuhkan kemenangan 1-0 di leg kedua untuk menyamakan agregat (dengan asumsi aturan gol tandang tidak berlaku), sementara PSG harus waspada karena lini belakang mereka terbukti masih bisa ditembus meski unggul jumlah pemain.
Secara keseluruhan, hasil leg pertama ini membagi kontestan ke dalam dua kubu: mereka yang sudah menapakkan satu kaki di babak selanjutnya seperti Galatasaray dan Dortmund, serta mereka yang masih harus bertarung di atas garis tipis antara lolos dan tersingkir seperti dalam laga PSG melawan Monaco dan Real Madrid menghadapi Benfica. Leg kedua diprediksi akan berjalan jauh lebih sengit karena setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi ambisi mereka meraih trofi Si Kuping Besar.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
