Nusantaraterkini.co, MEDAN-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan laporan prakiraan cuaca terbaru yang menunjukkan bahwa seluruh wilayah Kota Medan akan didominasi oleh cuaca basah pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Berdasarkan pantauan data satelit dan stasiun meteorologi setempat, sebanyak 21 kecamatan di ibu kota Sumatera Utara ini diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan yang merata sepanjang hari.
Fenomena ini dipicu oleh pergerakan massa udara lembap yang terkonsentrasi di wilayah Medan dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk menyiapkan perlengkapan pelindung hujan seperti payung dan jas hujan sebelum memulai aktivitas di luar rumah.
Baca Juga : Gempa M 3,5 Guncang Sibolga Malam Ini, Dipicu Aktivitas Sesar Toru
Dikutip dari laman resmi BMKG, Rabu (18/2/2026), kondisi suhu udara di Kota Medan diprakirakan berada pada rentang yang cukup hangat namun sejuk akibat tutupan awan hujan yang konsisten. Sebagian besar wilayah, mulai dari Medan Kota, Medan Sunggal, hingga Medan Helvetia, akan mencatatkan suhu minimum pada angka 24°C dan suhu maksimum mencapai 30°C. Namun, terdapat beberapa titik seperti Medan Denai, Medan Tuntungan, dan Medan Perjuangan yang berpotensi mengalami suhu sedikit lebih tinggi dengan puncaknya menyentuh 31°C pada siang hari.
Baca Juga : Gayo Lues Diguncang Gempa Magnitudo 4.0 Malam Ini, Akibat Aktivitas Sesar Sumatra
Meskipun perbedaan suhu antar-kecamatan tidak terlalu kontras, suasana mendung yang menyelimuti kota diprediksi akan membuat paparan sinar matahari menjadi terbatas sepanjang hari ini.
Selain curah hujan, parameter yang menjadi perhatian utama BMKG adalah tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi di seluruh penjuru kota.
Data menunjukkan bahwa persentase kelembapan di wilayah Medan berkisar antara 67% hingga mencapai angka jenuh 99%. Kelembapan yang sangat tinggi ini, terutama di wilayah seperti Medan Belawan dan Medan Labuhan, seringkali menciptakan sensasi udara yang terasa lebih gerah dan pengap sebelum hujan turun.
Kondisi ini juga berdampak pada jarak pandang pengendara yang mungkin sedikit berkurang serta permukaan jalan yang menjadi lebih licin. Sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra bagi para pengguna jalan raya untuk menghindari risiko kecelakaan lalu lintas.
Pihak BMKG melalui kanal informasi resminya menegaskan bahwa meskipun hujan yang turun masuk dalam kategori ringan, durasi yang panjang dapat menyebabkan genangan air di beberapa titik rawan drainase di Kota Medan. Oleh karena itu, koordinasi antara pihak terkait dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi hambatan mobilitas, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Pemantauan cuaca ini juga disinkronkan dengan data dari provinsi tetangga seperti Aceh dan Sumatera Barat guna memetakan pola cuaca regional yang lebih luas di bagian utara Pulau Sumatera agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan relevan.
"Masyarakat diharapkan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi atau situs resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca mendadak," demikian tertulis dalam informasi tersebut.
Dengan adanya prakiraan yang menunjukkan hujan merata di seluruh kecamatan, warga Medan disarankan untuk merencanakan waktu perjalanan dengan lebih bijak dan tetap menjaga kondisi fisik di tengah fluktuasi cuaca yang cukup lembap. Upaya mitigasi mandiri dan kedisiplinan dalam berkendara menjadi kunci utama agar aktivitas warga tetap produktif meskipun di bawah guyuran hujan ringan yang menyelimuti seluruh sudut kota hari ini.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
