Nusantaraterkini.co, TAPANULI TENGAH-Banjir yang kembali terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (16/2/2026) menyebabkan akses tiga desa terputus total. Penyebabnya, jembatan satu-satunya akses rusak dihantam kayu gelondongan yang dibawa arus banjir yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Saat ini, tiga desa yakni Desa Pagaran Honas, Desa Aek Bottar dan Desa Lubuk ampolu terisolasi. Bahkan kehilangan jembatan tersebut menyebabkan perekonomian di desa yang masuk wilayah Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut terhenti.
Baca Juga : Ramai Pembeli, Pedagang Musiman Daging Sapi dan Kerbau di Tapteng Kecipratan Berkah Ramadan
"Air tiba-tiba membesar dan membawa kayu gelondongan. Kayu itu memang sudah bertumpuk dekat jembatan sewaktu banjir akhir November kemarin," kata Firman, salah seorang warga, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga : Usai Bencana Susulan, Menteri PU Dorong Percepatan Pembangunan Sabo Dam untuk Atasi Banjir Tapteng
Firman menceritakan, pada saat kejadian, kayu gelondongan tersebut sudah lama tersangkut di hulu sungai. Namun belum dibersihkan karena tiga alat berat yang biasa beroperasi di sekitar lokasi sedang di pindah ke lokasi lain.
"Sudah tiga hari alat berat yang di sini di pindah ke lokasi lain," ungkapnya.
Diungkapkannya, banjir susulan yang terus menerus terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara Ini membuat kondisi warga terdampak semakin memprihatinkan.
"Kami berharap agar pemerintah segera mencari solusi dan menangani dengan serius permasalahan ini," pungkasnya.
(Red/Nusantaraterkini.co)
