Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Puluhan Santri di Deliserdang Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus dari Pemkab

Puluhan santri di Deliserdang keracunan massal usai santap nasi bungkus acara Hari Santri dari Pemkab

Sejumlah santri saat mendapatkan perawatan di rumah sakit. (Foto: istimewa)
Sejumlah santri saat mendapatkan perawatan di rumah sakit. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, - Puluhan santri dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Deliserdang, harus dilarikan ke fasilitas medis diduga akibat .

Insiden ini terjadi setelah mereka mengonsumsi nasi bungkus yang disediakan oleh panitia Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) .

​Kasus dugaan keracunan massal ini bermula ketika para korban mulai merasakan keluhan kesehatan seperti sakit perut melilit, pusing, mual hebat, hingga muntah-muntah.

Gejala tersebut dirasakan dalam rentang waktu 6 hingga 10 jam setelah mereka menyantap hidangan makan siang yang dibagikan.

​Pimpinan Pondok Pesantren Mazilah Darussalam di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Ustadz Muhammad Fahrul Yusuf mengungkapkan, ada 38 santri dan santriwatinya yang terdampak.

Menurutnya, konsumsi dari acara resmi Pemkab Deliserdang tersebut hadir dalam beberapa varian menu, mulai dari nasi kotak lauk daging, ayam, hingga dua jenis olahan nasi bungkus lauk ikan nila.

"Santri kami menerima paket nasi bungkus dengan lauk ikan nila, yang kuat dugaan kondisinya sudah basi atau tidak layak konsumsi," ujar Ustadz Fahrul, kepada wartawan dikutip, Sabtu (25/10/2026). 

​Peristiwa ini dialami para santri pada Kamis (22/10/2026) malam hingga Jumat dini hari, usai mereka mengikuti rangkaian upacara Nasional 2026 di Lapangan Pemkab Deliserdang.

Lantaran kondisi kesehatan yang kian memburuk, para santri sempat mendapat pertolongan pertama di Klinik Supi Sehat.

​Salah satu santri korban keracunan, Haifal Habibi menuturkan, gejala mulai dirasakannya menjelang malam hari.

"Waktu siang saya makan nasi bungkus lauk ikan nila dari panitia. Menjelang sore sampai malam, perut langsung sakit sekali, pusing, mual, dan muntah-muntah sampai lemas. Teman-teman yang lain juga mengalami hal serupa," keluhnya.

​Sementara itu, Direktur RS Haji Medan, dr Yulinda Evi Nasution, mengonfirmasi pihaknya telah menangani lebih dari 30 santri.

Sebagian korban yang kondisinya sudah berangsur stabil diperbolehkan menjalani rawat jalan, sementara beberapa lainnya masih harus menjalani rawat inap untuk observasi lanjutan.

​(*/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait