Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

PSMS Medan Bekuk PSIS Semarang 2-1, Ayam Kinantan Naik ke Posisi Kedua

PSMS Medan amankan tiga poin usai bungkam PSIS Semarang 2-1 di kandang, Ayam Kinantan naik ke posisi kedua.

Momen pertandingan antara PSMS Medan vs PSIS Semarang di Stadion Utama Sumatera Utara yang berakhir dengan skor 2-1, Minggu (25/10/2026) malam. (Foto: dok instagram/@official_psmsmedan)
Momen pertandingan antara PSMS Medan vs PSIS Semarang di Stadion Utama Sumatera Utara yang berakhir dengan skor 2-1, Minggu (25/10/2026) malam. (Foto: dok instagram/@official_psmsmedan)
A A

Nusantaraterkini.co, ​DELISERDANG - sukses mengamankan tiga poin krusial usai menaklukkan tamunya, , dengan skor tipis 2-1.

Duel lanjutan 2026/2027 tersebut tersaji di Stadion Utama Sumatera Utara, Deliserdang, pada Minggu (25/10/2026) malam.

​Sepasang gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Raihan Utama pada menit ke-22 dan Javier Siverio pada menit ke-38. Sementara itu, Laskar Mahesa Jenar memperkecil kedudukan lewat gol Ridwan menjelang akhir laga, tepatnya pada menit ke-90+8.

​Kemenangan kandang ini mendongkrak posisi PSMS ke peringkat kedua klasemen sementara Grup A dengan koleksi 14 poin, menempel ketat PSPS Riau di puncak dengan 18 poin. Di sisi lain, PSIS tertahan di posisi kelima dengan raihan 10 angka.

​Laga yang disaksikan lebih dari 5.000 penonton tersebut juga diwarnai drama kartu merah bagi kedua kesebelasan, yakni Javier Siverio dari kubu PSMS serta Rifki Dwi Septiawan dari pihak PSIS.

​Pelatih Kepala PSMS Medan, , mensyukuri raihan poin penuh anak asuhnya. Kendati demikian, ia kembali menyoroti kendala kartu merah yang kerap memaksa timnya mengubah strategi di tengah lapangan.

​"Yang pasti kita syukuri kemenangan ini. Namun, masalah kartu merah kembali terjadi di babak pertama, kali ini menimpa Javier Siverio. Perjuangan para pemain luar biasa karena harus susah payah mempertahankan keunggulan 2-0 hingga akhir," ungkap Eko.

​Jalannya Pertandingan

​PSMS langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Kendati demikian, lini depan tuan rumah sempat kesulitan membongkar lini pertahanan disiplin yang diterapkan skuad asuhan Widodo Cahyono Putro.

​PSIS bahkan nyaris mencuri keunggulan lebih dulu lewat skema serangan balik cepat pada menit keempat. Mantan penyerang PSMS musim lalu, Felipe Cadenazzi, melepaskan ancaman berbahaya yang masih mampu diamankan dengan baik oleh penjaga gawang Rudi N Rajak.

​Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22. Mendapatkan ruang tembak di luar kotak penalti, Raihan Utama melepaskan sepakan terarah ke tiang jauh yang gagal diantisipasi kiper PSIS.

​Gol pembuka tersebut mendongkrak kepercayaan diri skuad Ayam Kinantan. Menjelang turun minum, Ikhsan Chan memberikan kontribusi penting lewat umpan matang yang dikonversi menjadi gol kedua oleh Javier Siverio pada menit ke-38.

​Namun, keunggulan dua gol itu harus dibayar mahal. Hanya berselang satu menit, Siverio diganjar kartu merah oleh pengadil lapangan akibat pelanggaran keras terhadap pemain belakang lawan.

Situasi 10 pemain memaksa Eko memutar otak. PSMS yang tadinya mendominasi penguasaan bola harus mengubah pendekatan dengan memperkokoh kedalaman lini pertahanan sembari mengandalkan serangan balik cepat.

​"Pada babak pertama kami kembali kesulitan karena harus bermain dengan 10 orang. Sempat memegang kendali penguasaan bola, setelah kehilangan pemain kami terpaksa fokus bertahan dan mengandalkan counter. Terlepas dari itu, para pemain tetap berusaha menguasai bola agar tidak mudah hilang," jelas Eko.

​Drama Babak Kedua

​Memasuki paruh kedua, PSIS berupaya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengejar defisit gol. Akan tetapi, rapatnya barisan pertahanan PSMS membuat tim tamu frustrasi mencari celah.

​Keseimbangan jumlah pemain akhirnya pulih pada menit ke-82. Gelandang pengganti PSIS, Rifki Dwi Septiawan, diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua.

​Jelang pertandingan bubar, PSIS sukses mencuri gol melalui aksi Fitra Ridwan pada menit ke-90+8. Gol di masa injury time ini membuat pengujung laga berjalan menegangkan, namun PSMS berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

​Eko mengakui timnya sempat kehilangan konsentrasi di detik-detik akhir pertandingan. Meski sempat kebobolan pada masa injury time, ia tetap memberikan apresiasi tinggi atas etos kerja dan ketahanan mental anak asuhnya.

​"Di menit-menit akhir kami sempat kehilangan fokus, tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka bisa mempertahankan keunggulan 2-0 cukup lama dalam situasi yang sangat tidak mudah," tuturnya.

​Eko juga menambahkan bahwa kedalaman skuad menjadi faktor krusial dalam mengarungi jadwal kompetisi yang padat. Dengan total 31 pemain yang dipersiapkan untuk liga dan League Cup, ia memiliki banyak opsi rotasi untuk menambal absennya pilar utama.

​"Kita beruntung punya banyak pemain. Kehilangan Manahati kemarin juga bisa ditutupi oleh pemain lain. Kami punya 31 pemain, dan buktinya hari ini Ikhsan Chan juga bisa berkontribusi lewat assist," pungkasnya.

(*/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait