Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Puluhan Pria Eksekusi Lahan Komplek Tanpa Instansi Hukum Resmi, Warga: Kami Hampir Dilindas Eksavator

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Bagus Kurniawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Puluhan Pria Eksekusi Lahan Komplek Tanpa Instansi Hukum Resmi, Warga: Kami Hampir Dilindas Eksavator

Nusantaraterkini.co, Medan - Puluhan orang mendatangi kawasan Komplek Selayang Indah, Jalan Bunga Rinte dengan maksud lakukan pengeksekusian secara pribadi.

Diketahui mereka datangi Komplek dengan membawa sebuah eksavator untuk lakukan penghancuran terhadap rumah warga.

BACA JUGA: DPR Dorong Prabowo Secara Tegas Nyatakan Narkotika Bahaya Laten

Berjumlah hampir 40 orang dengan memakai masker seluruhnya, mereka mengeksekusi dan lakukan pengusiran secara paksa kepada warga yang tinggal di wilayah Komplek tersebut.

Ari Affandi (32) salah satu warga yang berada di wilayah Komplek tersebut mengatakan dan menjelaskan bagaimana kronologi yang terjadi.

"Mereka tiba-tiba datang dengan dua mobil angkot dan sebagian naik sepeda motor menunggu didepan, ramai-ramai datang dan membawa satu buah buldoser sekitar pukul 12.00 wib, mereka langsung menghancurkan seperti aksi premanisme, yang diketuai oleh memang dikenal preman sini namanya Feri dalangnya," ucapnya saat ditemui di TKP pada Rabu (16/7/2025).

Ari menjelaskan bahwa Feri sering memantau dan mengecek langsung lokasi Komplek tersebut untuk dilakukan eksekusi.

"Sering memang Feri ini datang untuk memantau rumah mana yang akan di eksekusi, biar bisa dihancurkan tapi dalang utama semua ini ya si Ashari yang merasa diri dia yang punya tanah ini, mafia ini orangnya dia yang membayar preman-preman untuk mengusik kami," katanya.

Ia menambahkan bahwa ini politik Ashari dimana ia mengajak seolah-olah berdamai di Polsek Medan Tuntungan dengan pihak warga, agar tidak ada orang di dalam Komplek tersebut.

"Politik dia ini, dimana kami merasa mereka ajak berdamai dan mediasi di Polsek, namun disaat kami kesana semua tiba-tiba oknum suruhannya atau preman sini dibayar untuk menghancurkan rumah-rumah kami, sekitar 40 orang memakai masker datang kesini, portal kami tutup pun dihancurkan mereka, benar-benar aksi premanisme tanpa ada instansi hukum resmi," tegasnya.

Senada juga disampaikan oleh warga sekitar, Tinje (72) mengatakan bahwa ini sikap premanisme dan sesuka mereka.

"Kami semua hampir dilindas oleh buldoser mereka, kami semua diusir dan dipaksa untuk pergi dari rumah, kami tidak mau," ucapnya.

Ia mengatakan bahwa mereka menjadi korban aksi oknum-oknum tersebut hingga ada yang pingsan.

BACA JUGA: KPK periksa 9 Saksi, Orang-orang Dekat Kadis PUPR Sumut di BPKP Medan

"Kita diusir secara paksa dan ada yang hingga pingsan dan saat ini warga kita juga dibawa kerumah sakit adam malik, ini benar-benar sesuka hati mereka, aksi premanisme," pungkasnya.

Dari amatan nusantaraterkini.co, pukul 14.45 WIB, terlihat hampir seluruh warga yang terkait dengan Komplek tersebut lakukan mediasi di Polsek Medan Tuntungan dengan Ashari.

(Cw2/Nusantaraterkini.co)