Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Profil Lengkap Asisten Shella Saukia yang Viral Usai Menghujat Wajah Bopeng Doktif: Ini bopeng karena ngurusin pasien Covid-19

Editor:  Team
Reporter: wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
siapa Arif Panda? Asisten Shella Saukia yang Viral Usai Mengolok-Olok Wajah Bopeng Doktif Karena Sudah Membantu Pasien Covid-19. (sumber Foto: Youtube)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Kabar yang menggegerkan terkait Asisten Shella Saukia yang Viral Usai Menghujat Wajah Bopeng Doktif: Ini bopeng karena ngurusin pasien Covid-19

Banyak warganet mempertanyakan siapa Arif Panda? Asisten Shella Saukia yang Viral Usai Mengolok-Olok Wajah Bopeng Doktif Karena Sudah Membantu Pasien Covid-19. 

BACA: Borok Nikita Mirzani Dibongkar Shella Saukia, ‘Peras’ Rp 500 Miliar ke Heni Sagara

Baca Juga : Borok Nikita Mirzani Dibongkar Shella Saukia, ‘Peras’ Rp 500 Miliar ke Heni Sagara

Konflik Doktif dan Dokter EA: Perseteruan Soal Klaim Wajah Bopeng yang Memanas di Media Sosial
Perseteruan di dunia medis kembali memanas, kali ini melibatkan seorang dokter yang dikenal sebagai Dokter Detektif atau Doktif, dengan seorang dokter kecantikan bernama Dokter EA. 

Konflik ini bermula dari komentar yang dianggap sebagai sindiran keras terhadap pengakuan Doktif mengenai kondisi wajahnya yang bopeng.

BACA: Shella Saukia Balas Hujatan Nikita Mirzani, Bos Skincare Aceh Sentil Tak Punya Tuhan

Baca Juga : Shella Saukia Balas Hujatan Nikita Mirzani, Bos Skincare Aceh Sentil Tak Punya Tuhan

Doktif, yang dikenal karena sering membongkar klaim berlebihan produk perawatan kulit, mengaku bopeng di wajahnya adalah dampak perjuangannya selama menangani pasien Covid-19 pada masa pandemi. 

Namun, pernyataannya justru mendapat kritik dari berbagai pihak, termasuk dari asisten pengusaha skincare terkenal, Shella Saukia, yang akrab disapa Panda.

Sindiran Panda Soal Wajah Bopeng
Dalam sebuah unggahan, Panda secara terbuka menyindir kondisi wajah Doktif yang sering menggunakan masker saat tampil di media sosial.

Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan

"Sekarang aku resmi panggil dia karena mukanya memang bopeng," ujar Panda dalam sebuah video yang viral di TikTok.

Tak tinggal diam, Doktif segera memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa bopeng di wajahnya merupakan hasil dari perjuangannya sebagai tenaga medis di garis depan saat pandemi Covid-19.

"Ini bopeng karena ngurusin pasien Covid," jawabnya singkat.

Baca Juga : Lagi, Geng Motor Meresahkan Serang Warga, Korban Alami Patah Tulang

Namun, respons Panda semakin memanaskan suasana. "Aku gak urus, gak mau tau, tapi dokter kecantikan," balas Panda, yang menimbulkan kontroversi lebih luas di kalangan warganet.
Reaksi Warganet dan Kolega Sesama Dokter

Pernyataan Panda memicu berbagai reaksi, terutama di TikTok. Banyak warganet dan rekan sejawat Doktif yang mengecam ucapan tersebut, menganggapnya sebagai hinaan terhadap perjuangan tenaga kesehatan. 

Namun, di sisi lain, beberapa pihak juga mempertanyakan klaim Doktif mengenai bopeng akibat menangani pasien Covid-19.

Beberapa dokter bahkan membuat konten yang menyangsikan pernyataan tersebut, yang justru semakin menyulut emosi publik. Tidak sedikit warganet yang menyoroti validitas klaim Doktif dan meminta penjelasan lebih lanjut.

Ultimatum Tegas Doktif kepada Dokter EA
Melihat situasi yang kian memanas, Doktif mengambil langkah tegas. 

Dalam sebuah siaran langsung yang diunggah ulang oleh akun TikTok @nurrohim070992, Doktif memberikan ultimatum kepada Dokter EA, seorang dokter kecantikan yang diduga bekerja di klinik milik DRL.

"3x24 jam kepada Dokter EA yang bekerja di klinik A, untuk menyampaikan permintaan maaf ke publik atas konten yang kamu buat," tegas Doktif.

Ia juga mengancam akan membawa masalah ini ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) jika permintaan maaf tidak dilakukan dalam waktu yang ditentukan.

"Jika 3x24 jam konten tersebut tidak kamu take down dan kamu tidak menyampaikan permintaan maaf ke publik dan nakes seluruh Indonesia, maka jangan kaget kalau Doktif akan melaporkan kamu ke MKEK," lanjutnya.

Reaksi Warganet Terhadap Peringatan Doktif
Ultimatum tersebut segera menjadi bahan pembicaraan warganet. Banyak yang mendukung langkah tegas Doktif, sementara yang lain justru mempertanyakan latar belakang Dokter EA. 

Beberapa warganet bahkan mencoba mencari informasi tentang gelar kedokteran Dokter EA.

"Dokter EA mempermalukan diri sendiri. Sejak kapan dia jadi dokter?" tulis seorang warganet.
"Lagi dipertanyakan gelar kedokterannya. Ada yang cari di Google, tapi gak nemu nama Eka Ananda," tambah yang lain.

Penutup: Pelajaran dari Konflik Doktif
Kasus ini menjadi sorotan publik, tidak hanya karena perdebatan antara dua pihak yang berprofesi sebagai dokter, tetapi juga karena menyentuh isu etika profesional dan perjuangan tenaga medis selama pandemi. 

Konflik ini diharapkan dapat menjadi pelajaran penting, terutama bagi para profesional di bidang kesehatan, untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan opini di ruang publik