Nusantaraterkini.co, MEDAN - DPRD Sumatera Utara mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) segera melakukan audit transparan terhadap seluruh operator telekomunikasi di Indonesia, menyusul banyaknya keluhan soal hangusnya pulsa dan kuota internet masyarakat.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Rintonga menilai, penghapusan kuota internet tanpa kompensasi merupakan persoalan serius.
“Kejadian ini bisa merugikan pengguna hingga triliunan rupiah,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co, Sabtu (21/6/2025).
BACA JUGA: Polemik Kuota Internet Hangus: Komisi VI DPR Akan Panggil Telkom Group dan Telkomsel
Zeira menilai, kondisi ini terjadi karena regulasi terhadap perusahaan telekomunikasi belum cukup ketat. Ia pun menduga banyak operator yang tak transparan dan hanya berorientasi keuntungan semata.
“Mereka hanya memikirkan keuntungan, tanpa melihat kerugian konsumen,” kata politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Diketahui, data Indonesian Audit Watch (IAW) menunjukkan potensi kerugian negara hingga Rp235 triliun per tahun akibat kuota internet hangus.
BACA JUGA: Legislator Soroti Dugaan Rugi Rp 63 T dari Kuota Internet Hangus
Berdasarkan 355 juta nomor aktif dan rata-rata pengeluaran Rp77.500 per bulan, nilai kuota hangus memang fantastis.
Tapi ironisnya, uang itu tidak dikembalikan ke pelanggan, tak dikenai pajak memadai, dan tak masuk penerimaan negara.
Sementara Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) sebelumnya juga angkat bicara soal hangusnya kuota internet prabayar. ATSI mencatat nilai kuota hangus bisa mencapai Rp63 triliun, menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan negara.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
