nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Kasus penyerangan segerombolan preman ke rumah peternak kambing di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, diduga terkait masalah bisnis narkoba.
Keluarga korban diduga memberitahu informasi adanya kegiatan narkoba yang dilakukan sejumlah preman di sana. Para preman yang tak terima lalu melakukan aksi balasan.
"Diduga terkait narkoba, pihak keluarga korban dituduh para pelaku sebagai kibus," kata sumber kepada nusantaraterkini.co, Kamis (13/6/2024).
Meski demikian, pihak keluarga korban tidak mau membeberkan mengenai penyebab penyerangan ini. Anak korban ketika ditemui nusantaraterkini.co, mengaku tidak tahu menahu.
BACA JUGA : Puluhan Preman di Saentis Serang Rumah Peternak Kambing, Seorang Tewas Dibantai
"Kami gak tahu kenapa kami diserang, ayah saya hanya peternak kambing," ungkapnya.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung AKP Japri Simamora menyampaikan kalau dugaan sementara, kasus penyerangan ini terkait dengan sakit hati.
Tapi, Japri belum mau menyampaikan apa yang membuat pelaku sakit hati sampai menyerang rumah korban. "Dari pengakuan pelaku karena sakit hati, tapi ini masih kami dalami," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi bar-bar gerombolan preman terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Mereka menyerang rumah peternak kambing di Jalan Pendowo, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Aksi penyerangan ini mengakibatkan satu orang pria bernama Sarengat (65) tewas akibat dibantai preman. Anaknya bernama Sandra Ramadhan (24) juga kena tembak senjata airsoft gun.
BACA JUGA : Satu Orang Tewas Dibantai, Puluhan Preman di Saentis Serang Rumah Peternak Kambing
Anak korban, Santri Purnomo (30) menjelaskan aksi penyerangan ini terjadi dua kali yakni pada 4 Mei 2024 dan 10 Juni 2024. Dalam serangan pertama, ayahnya bernama Sarengat terbunuh dibacoki.
"Penyerangan pertama tengah malam, tiba-tiba orang ramai kemari nyerang rumah saya, pakai mercon, rumah saya dilempari batu," katanya kepada nusantaraterkini.co, Kamis (13/6/2024).
Dalam situasi mencekam, anggota keluarga lain seperti ibunya, adik dan keponakan Santri, mati ketakutan, sembunyi dalam kamar.
"Bapak saya lalu keluar, bilang stop-stop siapa yang mau kalian cari," kata Santri.
BACA JUGA : Bareskrim Polri dan Polda Sumut Gerebek Laboratorium Ekstasi di Jalan Jumhana Medan
Namun, puluhan preman yang menenteng senjata tajam, malah semakin beringas dan kemudian membacoki korban hingga tewas.
"Ayah saya meninggal di Rumah Sakit Haji, kehabisan darah," terangnya.
Penyerangan kedua terjadi baru-baru ini, tanggal 10 Juni 2024. Adik korban didatangi sejumlah orang di depan gang, lalu menembak adiknya pakai softgun.
"Adik saya terjatuh dan dibawa ke rumah sakit. Kami gak tahu kenapa kami diserang, ayah saya hanya peternak kambing," ungkapnya.
Atas kejadian ini, keluarga korban telah membuat laporan ke Polsek Medan Tembung. Empat pelaku sudah ditangkap.
"Tapi otak pelaku bernama Bagong masih bebas, dia preman di Saentis. Harapan kami seluruh pelakunya ditangkap," tukasnya.
(Cw5/NusantaraTerkini.co)
