Pesan Kebangsaan Ketua MPR, Ahmad Muzani Serukan Budaya Politik Beradab dan Santun
Ketua MPR Ahmad Muzani menyerukan budaya politik beradab, santun, dan demokratis dengan tetap teguh dalam gagasan demi menjaga persatuan bangsa.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA —Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mendorong lahirnya budaya politik yang lebih beradab, yakni budaya politik yang tetap keras dalam gagasan tetapi santun dalam penyampaian.
“Teguh dalam pendirian, tetapi terbuka dalam musyawarah. Berani mengkritik, tetapi tidak menghilangkan penghormatan kepada sesama,” ujar Muzani saat membacakan pesan kebangsaan, dalam Sidang Tahunan Bersama MPR, DPR dan DPD RI yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jumat (14/8/2026).
Menurut Muzani, sikap tersebut menjadi penting untuk memastikan demokrasi Indonesia tidak hanya memberikan ruang kebebasan, tetapi juga mampu menjaga persatuan dan keharmonisan kehidupan bangsa.
Karenanya Muzani mengajak seluruh pihak untuk membangun etika politik yang lebih matang dan beradab, yakni mampu bersikap kritis dan bersuara lantang dalam gagasan, namun tetap memelihara kesantunan serta rasa hormat terhadap sesama demi kelangsungan persatuan Indonesia.
“Negeri ini bukanlah tanda kemenangan satu golongan atas golongan yang lain. Negeri ini adalah hasil kesediaan semua golongan untuk memperjuangkan cita-cita yang lebih besar. Bila persatuan kita kokoh, perbedaan dapat kita ubah menjadi sumber energi dan kemajuan,” tutur Ahmad Muzani.
Dalam kesempatan tersebut, Muzani mengingatkan Pancasila bukan sekadar konsep teoritis, melainkan titik temu yang tumbuh dari akar sejarah, agama, dan kebudayaan nusantara. Pancasila telah berulang kali membuktikan kesaktiannya dalam merekatkan kembali bangsa ini saat dihantam krisis politik, gejolak ideologi, krisis ekonomi, hingga ancaman separatisme dan pandemi. Oleh karena itu, ia menuntut agar nilai-nilai Pancasila diwujudkan secara konkret dalam tata kelola pemerintahan sehari-hari.
“Pancasila harus terlihat nyata dalam cara negara melindungi rakyatnya, dalam cara hukum ditegakkan, termasuk dalam upaya memberantas korupsi yang kini telah menjadi prioritas,” ungkapnya.
Mengutip pesan bijak pujangga Melayu ternama dari Pulau Penyengat, Raja Ali Haji, dalam karya legendaris Gurindam Dua Belas, ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi budi pekerti dan kehalusan bahasa dalam setiap perdebatan publik.
“Demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena kita semakin keras dan kasar. Demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab, jika kemerdekaan berbicara disertai argumentasi. Kita tidak boleh membiarkan perbedaan politik merusak persahabatan, memecah belah kekeluargaan, dan menanamkan kebencian di antara sesama anak bangsa,” kata Muzani.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·10 menit yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·12 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·13 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan