Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menilai pertemuan antara Presiden Prabowo dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri adalah bentuk menjaga perasaan Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi).
Hal ini disampaikan Jamiluddin merespon terealisasinya pertemuan Prabowo-Megawati di Teuku Umar kediaman Megawati yang dipublikasikan oleh Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad melalui lama media sosialnya.
Baca Juga: Hadiri Panen Raya, Prabowo Subianto Bilang Tanpa Pangan Tak Ada Negara
"Pertemuan tertutup itu juga bisa jadi dimaknai sebagai upaya menjaga perasaan Joko Widodo. Prabowo tak ingin dinilai menjauhi Jokowi," katanya, Rabu (9/4/2025).
Dia Kembali menilai pertemuan tertutup itu bisa untuk menjaga keseimbangan antara Jokowi dan Megawati. Politik seperti ini, lanjut Jamiluddin, dimaksudkan untuk menjaga harmonisasi hubungan Prabowo dengan Jokowi dan Megawati.
"Hal itu dilakukan karena Prabowo penganut politik akomodatif. Prabowo ingin menjaga harmoni dengan merangkul semua tokoh nasional, termasuk Megawati dan Jokowi," ujar Jamiluddin.
Pertemuan Prabowo dan Megawati disebut terkesan disembunyikan dan lebih politis. Padahal, kata dia, pertemuan dua tokoh nasional itu seharusnya terbuka sebagaimana lazimnya di era demokrasi.
"Karena itu, pertemuan tersebut sebagai ajang bargaining. Megawati bisa saja menginginkan kader PDIP tidak di oyok-oyok, seperti yang dialami Sekjennya Hasto," kata Jamiluddin.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menegaskan, Prabowo Subianto secara pribadi tidak ada persoalan dengan Megawati, demikian pula Partai Gerindra yang tidak memiliki masalah dengan PDIP.
“Saya menduga, karena PDIP akan kongres dalam waktu dekat, mereka mengatakan bahwa akan mengundang Prabowo Subianto sebagai presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, dan itu sudah disampaikan secara terbuka, karena memang harus diakui PDIP dengan Gerindra, Prabowo dengan Megawati tidak ada persoalan,” bebernya.
“Yang menjadi persoalan bagi PDIP sebenarnya adalah dengan Pak Jokowi dan keluarga besarnya, yang sampai saat ini belum selesai,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan kedua tokoh bertemu membicarakan masa depan Indonesia dan bagaimana kebersamaan untuk membangun Indonesia ke depannya.
"Antara Pak Prabowo dan Ibu Mega memang hubungan selama ini baik-baik saja dan bersahabat, sehingga ya pertemuan semalam itu adalah pertemuan kekeluargaan, keakraban, dan hangat sehingga tak terasa waktu berjalan lumayan lama semalam dan banyak dibahas oleh kedua tokoh ini," ujarnya.
Baca Juga: Kementerian PKP Siapkan 1.000 Rumah Subsidi Untuk Wartawan, Ini Syaratnya
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin malam.
Momen pertemuan Prabowo dan Megawati diunggah di akun Instagram resmi milik Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Dasco juga menuliskan bahwa pertemuan itu untuk merajut kebersamaan Indonesia.
"Alhamdulillah... merajut kebersamaan untuk Indonesia kita," tulis Dasco.
(cw1/nusantaraterkini.co)
