Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Peringatan UN Day 2026, Indonesia-PBB Perkuat Kemitraan Strategis

Peringatan UN Day 2026 di Jakarta menegaskan komitmen Indonesia dan PBB memperkuat kemitraan strategis serta menjawab tantangan global.

Puncak peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Day) 2026 yang dihelat di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Senin (27/10/2026).(foto: unic)
Puncak peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Day) 2026 yang dihelat di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Senin (27/10/2026).(foto: unic)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Republik bersama Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa () di Indonesia menegaskan kembali komitmen kemitraan strategis dalam mendukung prioritas nasional dan menjawab tantangan global. Penegasan tersebut mengemuka dalam puncak peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Day) 2026 yang dihelat di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

​Mengusung tema “ and the United Nations: Leadership for Our Common Future”, kegiatan ini diinisiasi atas kerja sama Kemenlu RI, Indonesia, serta Indonesia Global Compact Network (IGCN). Acara ini dihadiri oleh unsur pemerintah, badan-badan PBB, korps diplomatik, mitra pembangunan, akademisi, hingga generasi muda guna memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya multilateralisme.

​Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, dalam sambutan pembukanya mengatakan, komitmen Indonesia terhadap PBB merupakan mandat konstitusi. 

"Rekam jejak diplomasi Indonesia, mulai dari pengiriman pasukan perdamaian, empat kali masa tugas di Dewan Keamanan PBB, hingga memperjuangkan UNCLOS, hak asasi manusia, dan akuntabilitas PBB," ujarnya.

​Menlu Arrmanatha juga menyoroti urgensi transformasi kelembagaan dalam menghadapi tantangan zaman, seperti disrupsi teknologi, kecerdasan buatan (AI), hingga perlindungan bagi pekerja sektor ekonomi gig.

​“Kita lihat ekonomi gig. Jutaan anak muda kini menggantungkan penghidupannya melalui aplikasi. Fleksibel? Ya. Namun seringkali tanpa jaminan kontrak, tanpa perlindungan, dan tanpa ruang bersuara. Dunia kerja saat ini sedang berubah [sehingga] aturan kerja pun harus ikut menyesuaikan. Masa depan dunia kerja harus bermartabat, dan PBB harus membantu mewujudkannya,” ujar Arrmanatha.

​Pesan serupa diperkuat oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono melalui keynote speech yang menyoroti peningkatan taraf hidup masyarakat lewat sinergi erat dengan PBB, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, hingga kesiapsiagaan bencana.

​Sementara itu, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, menekankan pentingnya pembaruan sistem kerja sama multilateral agar tetap adaptif. 

Dalam kesempatan tersebut, diluncurkan pula publikasi “Letters to 2045: A Message to Our Future” yang memuat kompilasi aspirasi generasi muda mengenai masa depan multilateralisme. Rangkaian acara turut diisi dengan dialog panel lintas generasi dan pameran interaktif kerja sama Indonesia-PBB.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait