Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Perempuan Dinilai Lebih Rentan jadi Sasaran Jual Beli Suara

Perempuan adalah pemilih yang loyal. Karena itu, perempuan menjadi sasaran lebih besar dari praktik jual beli suara.

Pembina Perludem Titi Anggraini. (Foto: istimewa)
Pembina Perludem Titi Anggraini. (Foto: istimewa)
A A

, JAKARTA - Yayasan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi () menilai, lebih rentan menjadi sasaran praktik dalam kontestasi politik.

“Perempuan adalah yang loyal. Karena itu, perempuan menjadi sasaran lebih besar dari praktik jual beli suara. Sebab dia lebih loyal untuk datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan cenderung lebih amanah. Jadi kalau disuruh pilih A, ya pilih A. Makanya kemudian dia lebih rentan menjadi sasaran jual beli suara,” kata Pembina Perludem Titi Anggraini, Selasa (10/9/2024).

Pihaknya menambahkan dalam kontestasi politik, relasi patriarki berdampak pada rentan terjadinya pemaksaan pilihan kepada atau anak perempuan.

“Perempuan atau anak perempuan itu lebih rentan dieksploitasi karena relasi kuasa atau hubungan yang sifatnya patriarki,” sebutnya.

Untuk itu, menekankan pentingnya edukasi mengenai Pemilu dan hak politik perempuan kepada masyarakat terutama perempuan.

“Beban ganda perempuan membuat perempuan bisa semakin tereksklusi atau terpinggirkan ketika informasi dan pendidikan kepemiluan, voter education, dan type voter information tidak tersampaikan secara aksesibel dan komprehensif,” jelasnya.

Mengutip data Komisi Pemilihan Umum (KPU), pihaknya menyebut bahwa tingkat partisipasi pemilih perempuan, baik dalam Pilkada, Pemilihan Presiden (Pilpres), hingga Pemilihan Legislatif (Pileg), jauh lebih tinggi daripada pemilih laki-laki.

“Di Pemilu yang lalu, data KPU (Komisi Pemilihan Umum) itu partisipasi laki-laki itu 48 persenan. Nah, kalau begitu perempuan itu 51 persenan. Jadi selisih-nya itu hampir 4 persen. Jadi lebih tinggi perempuan yang menggunakan hak pilih daripada laki-laki, itu konsisten,” tandasnya.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru