Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Penunjukkan Ketua DPRD Kota Binjai Masih Berpolemik, Ini Alasannya

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Paripurna penetapan Wakil Ketua DPRD Kota Binjai Juli Sawitma Nasution selaku Wakil Ketua I (kiri) dari Partai Demokrat dan Hairil Anwar selaku Wakil Ketua II (tengah) dari Partai Keadilan Sejahtera dan Mahyadi (kanan) dari Partai Golkar. (Dok DPRD Binjai)

Nusantaraterkini.co, BINJAI - DPD Partai Golkar Kota Binjai tak dapat membeberkan alasan penunjukkan Mahyadi sebagai Ketua DPRD

Namun sebaliknya, Norasiah yang memenuhi kriteria sesuai AD/ART Partai Golkar untuk mengisi kursi Ketua DPRD Binjai malah dipanggil tim pencari fakta dalam undangan klarifikasi atas postingan orang yang tidak dikenalnya pada media sosial.

Belum lama ini, Norasiah memenuhi undangan panggilan klarifikasi itu di Sekretariat DPD Partai Golkar Binjai, Jalan Candra Kirana Nomor 2, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan. 

Selain soal postingan medsos, Norasiah dimintai klarifikasinya karena dituding adanya dugaan tindakan yang dilakukannya atau keluarganya untuk mempengaruhi atau mencegah proses penetapan Ketua DPRD Binjai atasnama Mahyadi.

Surat undangan klarifikasi berlogo Partai Golkar dari tingkat II itu dikirim kepada Norasiah sesuai dengan nomor: B-183/GK-KB/I/2025 dan klasifikasi sangat penting. 

Baca Juga : Pria Buang Istri Sah ke Septic Tank Gegara Sakit Hati Diselingkuhi

Norasiah dimintai klarifikasinya oleh tim pencari fakta lebih dari satu jam.

Ketua Tim Pencari Fakta DPD Partai Golkar Binjai, Edi Ismail Sirun mengakui adanya undangan klarifikasi kepada Norasiah. 

"Kami meminta klarifikasi kepada Bu Nora sehubungan dengan adanya postingan di media sosial, ini terkait dengan pengangkatan Ketua DPRD Binjai," kata Ismail, Rabu (5/2/2025). 

Ismail menegaskan, DPP Partai Golkar menunjuk Mahyadi sebagai Ketua DPRD Binjai. Surat dengan nomor: B-442/DPP/Golkar/XI/2024, kata Ismail, merupakan keputusan dari DPP dan sudah diparipurnakan di Gedung DPRD Binjai.

"Nah kemudian diserahkan hasilnya itu kepada wali kota untuk diteruskan menyurati ke gubernur. Sampai saat ini, pak wali kota belum menandatangani," ujar Ismail. 

"Kami meminta klarifikasi dari Bu Nora, apakah ini merupakan suatu manuver dari Bu Nora atau keluarganya. Jadi dijawab Bu Nora bahwa dia tidak punya akun Facebook, dia tidak pernah baca dan dia mengklasifikasi bahwa tidak ada. Dan intinya, Bu Nora tetap mendukung dan patuh terhadap keputusan DPP," sambungnya. 

Disinggung dasar penunjukkan Mahyadi apakah sesuai AD/ART Partai Golkar, Ismail malah memberi jawaban lain. 

"Kita sudah mekanisme, musyawarahnya, di fraksi itu ada 6 orang, keenam orang itu dari DPD Kota Binjai sudah menyerahkannya ke DPD tingkat I Provinsi Sumatera Utara. Jadi di sini tidak ada si a, si b, keenamnya diserahkan," kata Ismail. 

"Kemudian di sana (DPD Golkar Sumut), disaring jadi 3 orang. Jadi DPP yang ambil keputusan, apa hasil dan pertimbangan, keputusan DPP, itu DPP yang punya kewenangan. Jadi itulah hasilnya, itulah yang kami teruskan," tambahnya. 

Norasiah sendiri merupakan kader Partai Golkar sejak tahun 2000 lalu. Dia juga sudah 2 kali menjadi Anggota DPRD Binjai periode 2014-2019 dan 2019-2024. 

Pada periode pertama, Norasiah meraih 2.677 suara dan periode kedua sebanyak 2.810 suara. Bahkan perolehan tersebut, menjadikannya sebagai legislator yang meraih suara terbanyak dalam Pileg 2014 dan 2019.

Pada periode kedua, Norasiah diamanahkan sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Binjai. Sementara pada Pileg 2024, Norasiah kembali terpilih dengan perolehan 2.459 suara dan ini kali ketiga Norasiah duduk sebagai Anggota DPRD Binjai. 

Baca Juga : Stok LPG 3 Kg Kosong di Pengecer Medan meski Kini Dijual Bebas

Dengan terpilih selama 3 periode, Norasiah sudah memenuhi kriteria sesuai AD/ART Partai Golkar. Adapun kriteria dimaksud yakni, pernah pengurus harian DPD Partai Golkar sesuai tingkatan, pernah menjadi Anggota DPRD, berpendidikan minimal S1 (sarjana) dan tidak pernah menjadi anggota partai politik lain.

Kriteria itu dipenuhi Norasiah. Namun sayang, Norasiah tidak ditunjuk oleh DPP Partai Golkar sebagai Ketua DPRD Binjai. 

Justru sebaliknya, partai yang dipimpin Ketua Umum Bahlil Lahadalia itu menunjuk Mahyadi yang merupakan pendatang baru. Disoal hubungan keluarga seperti apa, Ismail tidak membeberkan secara gamblang.

"Ya kita tidak tau, kalian datangi aja pak wali," serunya.

Sementara, Norasiah tidak berkomentar saat ditanya wartawan usai dipanggil klarifikasi oleh tim pencari fakta. 

"Silahkan ke tim saja langsung," ujar Norasiah. 

Adapun 6 legislator Partai Golkar Kota Binjai terpilih periode 2024-2029, 3 di antaranya merupakan wajah lama yakni, Norasiah, Kristina Gusuartini alias Tini dan Faisal Umri Lubis. 

Sementara 3 legislator lain yang terpilih merupakan pendatang baru yakni, Ramlan (Sekretaris Partai Golkar Kecamatan Binjai Barat), Mahyadi (Dewan Penasehat DPD Partai Golkar Binjai) dan Muhammad Ali Imron Harahap (kader Partai Golkar tahun 2021). (rsy/nusantaraterkini.co)