Nusantaraterkini.co, MEDAN - Setelah Presiden Prabowo Subianto memperbolehkan pengecer menjual gas elpiji 3 kilogram, Iswandi (49) pedagang Ayam geprek di Medan mengaku senang.
Namun, kali ini masalah baru kembali muncul, stok dibeberapa warung pengecer di Jalan Pembangunan, Kecamatan Medan Baru, justru kosong.
"Ya, kalau memang udah dibolehkan dijual eceran syukurlah. Pedagang seperti saya ini mungkin udah enggak kerepotan lagi," ujarnya kepada Nusantaraterkini.co, Rabu (5/1/2025).
Baca Juga: Polemik LPG 3 Kg, Prabowo Akan Atur Harga di Pengecer
"Tapi disekitaran Jalan Pembangunan ini mulai hari Selasa kemarin, banyak yang kosong. Saya enggak tau juga kenapa," sambungnya.
Dilain sisi, Nurhalimah (28), seorang pengecer di lokasi yang sama mengaku jika dalam seminggu ini ia kesulitan mendapatkan stok elpiji. Padahal dalam 3 hari sekali ia dapat 30-50 tabung gas elpiji dari agen.
"Seminggu ini susah dapat gas elpiji, biasanya dalam 3 hari stok udah habis dibeli, tapi kali ini agak susah," ujar Nurhalimah.
Kemudian, Nurhalimah juga mengaku senang mengetahui jika Presiden Prabowo memperbolehkan para pengecer untuk kembali mengecer gas elpiji 3 kilogram.
"Ya syukurlah dibolehkan lagi untuk mengecer, lagian untung yang diambil kecil. Syukurlah," ujarnya.
Baca Juga: Rapuhnya Struktur Distribusi LPG Subsidi 3 Kg
Diketahui, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Presiden telah menginstruksikan jika pengecer telah diperbolehkan menjual gas elpiki 3 kilogram seperti biasa. Sejalan dengan itu, pengecer juga akan diproses untuk menjadi subpangkalan.
"Ya, DPR RI sudah berkomunikasi dengan Presiden sejak semalam. Ada keinginan dari Kementerian ESDM untuk menertibkan harga di pengecer supaya tidak mahal di masyarakat," ujar Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).
(cw7/nusantaraterkini.co)
