Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengaruh Media Sosial Gantikan Budaya Indonesia dengan Asing

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi media sosial. (Foto: istockphoto)

Oleh: Rahma Aulia

Teknologi akan semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Bahkan saat ini teknologi berkembang pesat ditandai dengan hadirnya era digitalisasi yang akan mengubah kehidupan sosial masyarakat.

Media sosial adalah contoh nyata dari perkembangan teknologi yang didukung dengan adanya Internet. Penggunaan media sosial saat ini sudah tidak bisa lagi untuk dihindari, segala bentuk informasi akan hadir dan menjadi sarana utama untuk menghubungkan antar individu di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Contoh platfrom media sosial di sini seperti Instagram, TikTok, dan X. Media sosial ini memfasilitasi penggunanya untuk bersosialisasi secara nyata dengan bertukar pikiran, bertukar informasi, bahkan membagikan kegiatan penggunanya.

Tidak hanya menjadi ruang untuk bersosialisasi dan berinteraksi, media sosial juga memiliki peranan dalam perubahan budaya khususnya untuk masyarakat Indonesia dengan membawa nilai-nilai global yang terkadang bertentangan dengan nilai budaya lokal.

Proses penyebaran budaya luar seperti budaya pop, tren internasional, serta ideologi baru yang masuk ke Indonesia, akan semakin mempercepat pertumbuhan budaya baru di kalangan masyarakat Indonesia. Hal tersebut juga dapat mengancam budaya daerah yang ada di Indonesia, yang justru harus kita lestarikan.

Media Sosial

Media sosial telah berhasil menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan saat ini, di mana semua orang dapat berinteraksi dan bersosialisasi secara lebih cepat dan real-time, selain itu tidak memiliki batasan ruang dan waktu.

Baca Juga: Orang Tua Diingatkan untuk Awasi Interaksi Anak dengan Medsos

Menurut Andreas M. Kaplan dan Michael Haenlein (2010), media sosial adalah sebuah kelompok aplikasi berbasis Internet yang dibangun dengan dasar-dasar ideologis Web 2.0 (yang merupakan platform dari evolusi media sosial) yang memungkinkan terjadinya penciptaan dan pertukaran dari User Generated Content.

Dalam konteks ini, media sosial memiliki peran sebagai ruang untuk bertukar ide dan informasi yang relevan dengan fenomena budaya asing yang masuk ke Indonesia. Melalui media sosial, nilai dan budaya luar negeri dapat dengan mudah untuk mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam berpikir maupun berperilaku.

Menurut Boyd dan Ellison (2007), media sosial didefinisikan sebagai situs web yang memungkinkan pengguna untuk membuat profil dan berinteraksi dengan orang lain dalam jaringan, dengan fokus pada pembuatan dan berbagi konten.

Pandangan Boyd dan Ellison ini menunjukkan bahwa media sosial bukan hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, melainkan digunakan pula sebagai ruang untuk membentuk komunitas.

Hal ini sangat berkaitan dengan proses masuknya budaya asing ke Indonesia. Melalui interaksi di media sosial, pengguna bukan hanya terpapar dengan budaya luar, tapi dapat ikut serta dalam penyebaran budaya tersebut.

Misalnya, tren musik K-pop, film Hollywood, hingga gaya hidup Barat, masuk dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, banyak kasus masyarakat Indonesia yang mengadopsi budaya luar.

Apabila melihat dari keseluruhan, pengertian media sosial menurut para ahli ini menunjukkan bahwa media sosial bukanlah sebagai sarana komunikasi, melainkan juga berperan sebagai sarana untuk memperkenalkan dan menyebarkan budaya asing.

Baca Juga: Singapura Minta Platform Media Sosial Lebih Cepat dan Efektif Merespons Konten Berbahaya

Media sosial berpotensi menghubungkan masyarakat Indonesia ke warga asing yang membawa pengaruh budayanya. Namun, masuknya budaya luar ke Indonesia memberikan tantangan tersendiri kepada masyarakat Indonesia untuk tetap melestarikan budaya lokal mereka dengan cara yang relevan dengan era digital saat ini.

Apa pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia?

Hadirnya media sosial di era digital saat ini memberikan dampak yang begitu signifikan terhadap budaya Indonesia sendiri, terutama terkait dengan masuknya budaya asing di tengah kurangnya dilestarikan budaya Indonesia membuat budaya lokal saat ini perlahan tergantikan.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan akses yang semakin dipermudah ke berbagai platfrom media sosial, masyarakat Indonesia semakin terpapar pada budaya dan gaya hidup asing.

Budaya asing yang lebih dominan, mengubah pikiran masyarakat bahwa hal tersebut dianggap lebih modern, stylish, dan mengikuti zaman. Akibatnya banyak individu terutama Gen Z mengadopsi budaya asing seperti mengikuti gaya hidupnya, cara berpakaian, bahkan pola pikir.

Salah satu dampak yang paling terlihat adalah dalam hal cara berpakaian. Saat ini di media sosial banyak sekali menampilkan fashion luar negeri yang terkini terutama di Instagram, TikTok, dan YouTube.

Gaya berpakaian ala selebriti internasional dari negara Barat sering kali menjadi acuan bagi banyak orang, khususnya generasi muda Indonesia. Hal ini menyebabkan kecenderungan untuk mengikuti tren luar negeri yang lebih terbuka.

Cara berpakaian orang barat sangat berbanding terbalik dengan nilai-nilai budaya Indonesia yang lebih menghargai kesopanan dan nilai kesederhanaan dalam berpakaian. Keinginan untuk tampil modern dan mengikuti tren global terkadang dapat menimbulkan ketegangan dengan budaya tradisional yang mengutamakan tata krama dalam berbusana.

Selain itu, media sosial juga memengaruhi cara masyarakat Indonesia dalam berperilaku. Banyak individu yang terpengaruh dengan gaya hidup asing yang diperkenalkan oleh influencer di akun media sosialnya. Misalnya, kebiasaan konsumtif, gaya mewah.

Hal tersebut dapat memengaruhi cara pandang masyarakat Indonesia terhadap kesuksesan dan kebahagiaan. Budaya asing yang diperkenalkan oleh media sosial seringkali mengabaikan nilai tradisional Indonesia. Hal ini membuat banyak orang terutama anak muda berlomba-lomba untuk hidup mewah karena itu dianggap sebagai hal yang “lebih keren”.

Baca Juga: Konten Porno hingga Judol Marak di Instagram dan WA, komisi I DPR Minta Pemerintah Tindaklanjuti

Dampak dari masuknya budaya asing ke Indonesia memang tak selamanya membawa dampak negatif, karena hal ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia mengenal dunia luar dan memperoleh pengetahuan baru.

Namun semua itu apabila tidak diimbangi dengan kesadaran untuk melestarikan budaya lokal, bisa jadi budaya Indonesia akan semakin tergantikan oleh budaya asing. Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia perlu untuk menyaring informasi dan tetap menjaga keseimbangan antara budaya lokal dan menerima budaya luar. (*)

Penulis adalah mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University di program studi Komunikasi Digital dan Media