DKPP Sumsel Intensifkan Vaksinasi PMK dan Sebar 41 Ribu Dosis Vaksin ke 17 Daerah
DKPP Sumsel intensifkan vaksinasi PMK jelang Idul Adha dengan menyalurkan 41 ribu dosis vaksin ke 17 kabupaten/kota.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan (Sumsel) mengintensifkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di 17 kabupaten/kota. Hal ini guna menjamin kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada akhir Mei mendatang.
Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, menyatakan bahwa sebanyak 41 ribu dosis vaksin telah didistribusikan ke berbagai daerah, dengan prioritas pada sentra-sentra peternakan berpopulasi tinggi. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi meskipun saat ini tidak ditemukan lonjakan kasus aktif di wilayah Sumatera Selatan.
"Vaksinasi PMK sudah mulai kita lakukan pada tahun ini, tapi kita intensifkan menjelang perayaan Idul Adha. Pada momen itu banyak hewan ternak yang akan dikonsumsi. Tapi, vaksinasi bukan hanya dilakukan pada momen itu saja, tetap kita lakukan juga setelahnya," ujar Ruzuan, Minggu (8/2/2026).
Ruzuan mengatakan program vaksinasi massal ini merupakan bagian dari target nasional menuju Indonesia bebas PMK pada tahun 2030. Selain penyuntikan vaksin, pihaknya juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak yang masuk maupun keluar wilayah Sumsel. Hal ini untuk mengantisipasi mobilitas hewan yang meningkat menjelang hari raya.
"Vaksinasi ini bukan karena ada kasus ya. Ini untuk antisipasi saja, karena PMK kan masih ada, walaupun tidak menunjukkan gejala. Kita berharap Indonesia tahun 2030 sudah bebas PMK, makanya selalu ada vaksinasi ini," jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengimbau para peternak untuk senantiasa menjaga kebersihan kandang dan segera melapor jika menemukan indikasi klinis pada hewan, seperti luka di area mulut dan kaki. Masyarakat juga disarankan agar lebih selektif dalam memilih hewan kurban dengan memastikan adanya surat keterangan kesehatan resmi.
"Kita optimistis pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan aman dan ketersediaan hewan kurban tetap terjaga, baik dari segi jumlah maupun kesehatannya. Masyarakat pun diimbau untuk membeli hewan kurban yang telah memiliki surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALKades di Bangkalan Diduga Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep Tak Tersedia
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTragis! Anak 14 Tahun di Pati Diduga Dicabuli Kakak dan Ayah Tiri, Korban Diancam dengan Video
hendra·3 jam yang lalu -
SUMSELSisa 5 Hari! Herman Deru Minta Warga Sumsel Segera Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan
4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Daerah di Aceh, 12 Pelaku Ditangkap: 21 Motor Hasil Curian Disita
hendra·5 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Kelas 3 SD, Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib! Kemendikdasmen Siapkan 59 Ribu Guru
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKarhutla Way Kambas Belum Padam, BNPB Kerahkan Personel dan Helikopter Water Bombing
hendra·6 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOPolda Sumut Ungkap Penyelewengan Solar Subsidi Pakai Mobil Boks
Fadli Tara·6 jam yang lalu -
NEWS VIDEOAkali Takaran BBM Selama 7 Tahun, Manager dan SPV SPBU di Sergai Ditangkap Polda Sumut
Fadli Tara·7 jam yang lalu -
NEWSAMNB Temui Ketua DPRD Madina, Desak Surat Usulan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Segera Ditanggapi
hendra·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan