Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Fernando Emas Kritik Sikap Surya Paloh soal RUU Pemilu, PKS Nilai Pernyataannya Bijak

Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, mengkritik pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh

Fernando Emas menilai Surya Paloh perlu memiliki sikap yang lebih tegas dalam pembahasan RUU Pemilu, sementara Mardani Ali Sera menyebut pernyataan Paloh sebagai pengingat pentingnya moral dan etika dalam demokrasi. Jumat (24/7/2026) (foto.istimewa)
Fernando Emas menilai Surya Paloh perlu memiliki sikap yang lebih tegas dalam pembahasan RUU Pemilu, sementara Mardani Ali Sera menyebut pernyataan Paloh sebagai pengingat pentingnya moral dan etika dalam demokrasi. Jumat (24/7/2026) (foto.istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA (), , mengkritik pernyataan yang menyatakan tidak mempermasalahkan model atau selama pelaksanaannya berlangsung secara sportif.

Menurut Fernando, sebagai pimpinan partai politik yang memiliki perwakilan di , Surya Paloh seharusnya memiliki sikap dan pandangan yang tegas terkait sistem pemilu yang sedang dibahas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

"Sebagai pimpinan partai politik yang memiliki anggota di DPR RI, sudah seharusnya Surya Paloh memiliki pandangan yang kuat terkait sistem pemilu. Sistem yang diyakini itu seharusnya diperjuangkan oleh para kadernya di DPR saat pembahasan ," kata Fernando Emas kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (24/7/2026).

Ia menilai sikap yang terkesan menyerahkan sepenuhnya kepada proses pembahasan bukanlah sikap yang tepat bagi pemimpin partai yang memiliki kekuatan politik di parlemen.

Fernando juga menyoroti sejumlah isu yang menurutnya perlu diperjuangkan dalam pembahasan , termasuk mengenai persyaratan pencalonan presiden dan wakil presiden. Ia berharap berbagai putusan Mahkamah Konstitusi yang dinilai memperluas hak partai politik dalam mengusung pasangan calon tetap menjadi perhatian dalam pembahasan di .

Selain itu, Fernando menilai seluruh partai politik pada dasarnya belum tentu siap menerima kompetisi yang benar-benar sportif apabila berpotensi mengurangi perolehan suara mereka. Menurutnya, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap proses seleksi penyelenggara pemilu.

"Saya kira tidak ada satu pun partai politik yang benar-benar berani bersikap sportif karena akan takut kehilangan suara. Sejak awal seleksi calon penyelenggara pemilu, masing-masing partai berupaya menempatkan orang-orang yang dianggap dekat dengan kepentingannya," tegasnya.

Di sisi lain, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera justru memberikan apresiasi terhadap pernyataan . Menurutnya, tersebut menunjukkan sikap kenegarawanan dengan menempatkan integritas sebagai hal yang lebih penting dibanding perdebatan mengenai sistem pemilu.

"Pak SP orang bijak. Beliau sudah banyak makan asam garam pengalaman dalam dunia politik," kata Mardani.

Ia menilai pernyataan Surya Paloh menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak hanya bergantung pada aturan hukum, tetapi juga pada moral, etika, dan kejujuran para pelaku politik.

"Pernyataan Pak SP menjadi pengingat untuk semua bahwa di atas aturan ada moral, ada etika, dan ada kejujuran," ujarnya.

Sebelumnya, Surya Paloh menyatakan tidak mempermasalahkan model pemilu apa pun yang akan dipilih dalam RUU Pemilu selama kompetisi berjalan secara adil dan sportif.

Menurut Paloh, substansi terpenting dari revisi UU Pemilu adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu serta memperkuat demokrasi di Indonesia.

"Saya pikir yang paling penting adalah bagaimana agar pemilu ini lebih mampu meningkatkan kualitas dari pemilu itu sendiri. Bukan hanya menghasilkan pemilu secara formal, tetapi esensi yang kita peroleh adalah membangun kembali kekuatan demokrasi yang lebih kokoh di negeri ini," kata Surya Paloh. 

(LS/Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru