Nusantaraterkini.co, KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi memulai program digitalisasi pembelajaran di 951 sekolah. Proses ini ditandai dengan penyaluran perangkat teknologi mulai dari papan interaktif digital (Interactive Flat Panel), laptop, hingga akses internet satelit untuk memeratakan kualitas pendidikan.
Bupati OKI, Muchendi Mahrezki, menyampikan jika langkah ini merupakan kebutuhan mutlak agar siswa di wilayahnya tidak tertinggal di era digital, namun ia mengingatkan agar perangkat tersebut tidak sekadar menjadi pajangan. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam metode pembelajaran yang partisipatif.
Baca Juga : 8.000 Hektare Sawah di Sumsel Terendam Banjir, DPTPH: Belum Ada Gagal Panen
"Program ini adalah lompatan kemajuan. Namun perangkat jangan hanya menjadi pajangan. Kuncinya ada pada kesiapan dan kompetensi guru. Anak-anak hidup di era digital, jika sekolah tidak beradaptasi, kita akan tertinggal," ujar Muchendi dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (15/2/2026).
Selain penguatan teknologi, ia juga membawa kebijakan strategis dengan mengalihkan beban gaji guru non-PNS dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi tanggung jawab APBD. Kemudian menerapkan manajemen talenta berbasis prestasi dalam pengisian jabatan kepala sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKI, M Refly merincikan perangkat telah disalurkan ke 479 SD, 150 SMP, serta 256 lembaga PAUD, termasuk penyediaan internet Starlink bagi sekolah di area blank spot. Saat ini, pihaknya fokus pada tahap optimalisasi melalui pelatihan teknis bagi tenaga pendidik.
"Perangkat baru dapat dimanfaatkan secara maksimal setelah terpasang di ruang kelas dan guru mendapatkan pelatihan teknis. Sejumlah guru yang telah mengikuti pelatihan di Jakarta dilibatkan sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman terkait penggunaan smart board dan integrasi materi ajar berbasis digital," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
