Pemerintah Siapkan Rp12,83 Triliun untuk Stimulus Transportasi dan Ketahanan Pangan Jelang Lebaran
Pemerintah gelontorkan Rp12,83 triliun untuk stimulus transportasi dan bantuan pangan guna menjaga daya beli jelang Lebaran 2026.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Pemerintah secara resmi mengumumkan paket kebijakan komprehensif senilai Rp12,83 triliun yang dialokasikan khusus untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat menjelang masa Ramadan dan Idulfitri 2026. Dalam skema besar ini, anggaran dibagi ke dalam dua pilar utama, yakni Rp911 miliar untuk stimulus mobilitas guna menekan biaya transportasi publik dan Rp11,92 triliun untuk penguatan bantuan pangan bagi kelompok rentan.
"Stimulus ini merupakan langkah strategis untuk mendorong konsumsi domestik sekaligus memastikan kelancaran arus mudik di seluruh moda transportasi," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, seperti dilansir RMOL, Selasa (10/2/2026).
Dikatakannya, sektor transportasi menjadi salah satu penerima manfaat signifikan dengan pemberian diskon tarif yang bervariasi antara pertengahan Maret hingga awal April 2026. Di jalur darat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan potongan tarif sebesar 30 persen bagi 1,2 juta penumpang, sementara di sektor udara, tiket kelas ekonomi penerbangan domestik akan mendapatkan diskon sebesar 17 hingga 18 persen.
Intervensi serupa juga dilakukan pada angkutan laut melalui PT Pelni dengan diskon 30 persen, serta kebijakan paling agresif pada layanan penyeberangan ASDP yang memberikan diskon tarif hingga 100 persen bagi jutaan kendaraan dan penumpang sebagai upaya mengurai kepadatan di pelabuhan.
Bersamaan dengan insentif biaya, pemerintah juga memperkenalkan kebijakan Flexible Working Arrangement atau Work From Anywhere (WFA) pada tanggal-tanggal strategis di bulan Maret.
Menko Airlangga menggarisbawahi bahwa kebijakan ini bukan merupakan tambahan libur, melainkan pengaturan kerja fleksibel yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam mengatur perjalanan mudik lebih awal.
"Detail teknis mengenai kebijakan ini nantinya akan dipertegas melalui surat edaran dari Menteri PAN-RB bagi ASN dan Menteri Ketenagakerjaan bagi sektor swasta agar produktivitas tetap terjaga meskipun berada dalam masa transisi libur panjang," lanjutnya.
Di sisi ketahanan sosial, alokasi jumbo senilai Rp11,92 triliun disiapkan untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat yang tergolong dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 4. Paket bantuan yang terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan ini direncanakan mengalir selama dua bulan mulai masa Ramadan.
Melalui sinergi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Sosial hingga Kementerian Perhubungan, pemerintah berharap seluruh paket kebijakan ini dapat memitigasi dampak inflasi musiman dan memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan kondisi ekonomi yang tetap stabil dan terjangkau.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMUTBobby Nasution Ajak Perantau Minang Dorong Ekonomi Keumatan dan Industri Halal
Herman Saleh Harahap·19 menit yang lalu -
KESEHATANBulan Bakti Peternakan, Pemprov Sumut Targetkan Bebas Rabies 2030
Herman Saleh Harahap·27 menit yang lalu -
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·6 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·7 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·8 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan