Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemerintah Diminta Perhatikan Kualitas Gizi Meski Anggaran Makan Gratis Hanya Rp10 Ribu

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: istockphoto)

Nusantarterkini.co, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan rincian untuk anggaran makan bergizi gratis (MBG) per anak dan ibu hamil dipatok Rp10.000.

Kepala negara meyakini bahwa alokasi tersebut cukup untuk kebutuhan-kebutuhan di daerah. Presiden menyebut alasan turunnya harga per porsi karena keterbatasan anggaran.

Baca Juga : BGN Diminta Sosialisasikan Standar Kebersihan Dapur MBG ke SPPG

Menanggapi itu, Anggota Komisi IX DPR Ashabul Kahfi, berharap meski anggaran Makanan Bergizi Gratis hanya Rp10 ribu, tetapi gizi yang disajikan kepada ibu hamil dan anak-anak tetap terpenuhi.

Baca Juga : Alasan Biaya Sekolah Anak Bikin Pasutri Asal Medan Nekat Jadi Kurir 1 Kg Sabu

"Terkait dengan penetapan anggaran program makan siang gratis sebesar Rp10.000 per porsi, saya memahami bahwa keputusan ini mungkin dilandasi oleh keterbatasan anggaran negara. Namun, yang terpenting adalah memastikan bahwa meskipun anggarannya terbatas, kualitas gizi yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga," katanya, Senin (2/12/2024).

Komisi IX DPR, kata Ashabul mendorong pemerintah untuk melibatkan para pakar gizi dalam menyusun menu makan bergizi gratis yang memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan, dengan tetap mempertimbangkan efisiensi biaya. Dengan pendekatan yang tepat, bahan pangan lokal yang terjangkau namun bernilai gizi tinggi dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan gizi per porsi.

Baca Juga : Sepekan Berjalan, Komisi IX: Banyak Keluhan Variasi Menu dan Kecukupan Gizi Program MBG

"Kami juga berharap ada pengawasan ketat dalam pelaksanaan program ini untuk memastikan bahwa dana yang dialokasikan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan tidak terjadi penyimpangan," ujar dia.

Sebagai wakil rakyat, menurut politikus PAN ini, DPR harus terus mengawal kebijakan MBG dan mendorong evaluasi berkala agar program makan siang gratis ini dapat memberikan manfaat maksimal meskipun dengan anggaran terbatas.

"Jika nantinya diperlukan, kami siap mendukung upaya peningkatan anggaran di masa mendatang untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara lebih optimal," ungkapnya.

Jangan Disunat

Sedangkan, Wakil Ketua Banggar DPR Jazilul Fawaid mengatakan, keputusan pemerintah soal MBG hanya Rp 10 ribu tentunya telah melalui pertimbangan matang, dengan melihat kekuatan fiskal.

"Tentunya pemerintah telah mengkalkulasi dengan matang kemampuan fiskal untuk memenuhi kebutuhan belanja negera, termasuk program makan bergizi gratis," kata Jazilul.

Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, berharap sekaligus meminta penggunaan anggaran tersebut bisa tersalurkan dengan baik.

"Harapan saya, agar penggunaan anggaran makan bergizi gratis disalurkan dengan tepat dan akuntabel, jangan ada menyunat dari 10.000," ucap Ketua Fraksi PKB DPR RI itu.

Bisa Jadi Cukup Juga

Sementara itu, Juru bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Chico Hakim mengatakan keputusan Presiden Prabowo Subianto menetapkan anggaran makan bergizi gratis per anak dan ibu sebesar Rp 10.000 sebagai hal yang memungkinkan.

“Bisa jadi cukup juga karena dua telur juga bisa tidak sampai lima ribu rupiah kan,” kata Chico.

Chico mengatakan partai berlogo banteng itu belum melakukan kajian apakah biaya yang dipatok tersebut bisa memfasilitasi pengadaan bahan pangan di Jakarta atau daerah lain untuk merealisasikan program makan bergizi itu.

Akan tetapi, Chico tetap mengapresiasi niat mantan Menteri Pertahanan itu dalam menjalankan programnya untuk memberikan makanan gratis kepada masyarakat. Ia menilai masyarakat khususnya kelas miskin membutuhkan bantuan makan gratis itu.

“Itu suatu hal yang patut kita apresiasi,” kata dia.

Sebelumnya, keputusan Prabowo mengerucutkan anggaran makan bergizi gratis disampaikannya usai mengumumkan kenaikan upah minimum provinsi.

Jenderal TNI Purnawirawan ini mengatakan bahwa makan bergizi gratis merupakan sesuatu tambahan kesejahteraan bagi rakyat.

“Kita ingin Rp 15.000. Tapi kondisi anggaran mungkin Rp 10.000, kita hitung untuk daerah-daerah itu cukup, cukup bermutu dan bergizi,” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mencontohkan keluarga yang memiliki tiga hingga empat anak bisa mendapat Rp 2,7 juta per bulan dari kebijakan ini.

“Jadi kalau ini semua dengan bantuan-bantuan bansos dan tunjangan sosial lainnya termasuk Program Keluarga Harapan dan bantuan-bantuan lainnya saya kira upaya pemerintah untuk mengamankan semua lapisan masyarakat,” kata Prabowo.

(cw1/Nusantaraterkini.co)