Nusantaraterkini.co, MADINA - Founder Madina Care Institute, Wadih Al-Rasyid mengucapkan terimakasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menemukan dan membuka dugaan adanya permainan dalam penentuan pemenang tender di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Menurut Wadih, dengan dipanggilnya Mantan Bupati Madina 2021-2025 dan Plt Kadis PUPR Madina, Elpi Yanti Sari Harahap membuktikan bahwa permainan penentuan pemenang di Madina itu ada.
"Terimakasih KPK. Dengan dipanggilnya Pak Bupati yang lalu dan Kadis PUPR sudah sedikit membuka tabir bahwa permainan itu ada. Selama ini, Kadis PUPR Madina dikenal Wonder Women, namun apakah mampu Bu Kadis membuktikan di hadapan penyidik KPK kami tunggu," ungkapnya, Kamis (17/7/2025).
BACA JUGA: Mantan Bupati dan Kadis PUPR Madina Diperiksa KPK
Selain itu, Wadih juga menduga selain kepada Mantan Bupati Madina, Sukhairi kemungkinan aliran dana permainan proyek ini juga mengalir kepada Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi. Karena dia menilai, pasangan Sukhairi-Atika merupakan satu kesatuan yang utuh.
BACA JUGA: Petugas Keamanan Benarkan KPK Periksa Saksi-saksi Kasus Suap Proyek Jalan di Dalam Gedung BPKP Sumut
"Kalau nantinya aliran dana ada ke Pak Sukhairi, berarti tidak menutup kemungkinan ada juga aliran dana ke Bu Wakil. Karena mereka ini tim yang solid dan menjadi satu kesatuan. Jika Pak Bupati dapat, Bu Wakil tidak mungkin tak dapat," tuturnya.
Karena itu, Wadih berharap KPK terus mendalami dugaan korupsi di Madina. Karena, selain permainan tender, masih banyak dugaan kasus korupsi lainnya.
"Masih cukup banyak dugaan kasus korupsi di Madina. Tak hanya permainan tender saja. Anggaran Stunting pun, kita duga dikorupsi. Kami minta KPK juga bisa bantu buka kasus ini," tutupnya
(Mra/Nusantaraterkini.co)
