nusantaraterkini.co, MEDAN - Pelaku pembunuhan terhadap istrinya yang terjadi di Deliserdang akhirnya ditangkap tim Polsek Medan Labuhan. Pelaku merupakan pecandu narkoba.
Kapolsek Medan Labuhan Kompol Tohap Sibuea saat dikonfirmasi nusantaraterkini.co melalui telepon seluler membenarkan penangkapan terhadap tersangka Budi (32) yang melakukan pembunuhan terhadap istrinya di depan anaknya yang masih berusia 5 tahun.
“Iya sudah ditangkap,” katanya kepada nusantaraterkini.co, Rabu (20/8/2025).
Baca Juga : Edarkan Narkoba di Kampung Sendiri, Pria 34 Tahun Diciduk Polres Binjai
Tohap mengatakan, Pelaku Budi ditangkap oleh tim Reskrim Polsek Medan Labuhan saat berusaha kabur.
“Hari Sabtu itu juga tersangka ditangkap, di Medan Denai, Jalan Perjuangan, saat berusaha kabur,” katanya.
Saat ini pelaku sedang dilakukan pengamanan dan pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami motif pelaku yang tega melakukan pembunuhan terhada istrinya di depan anak tirinya yang masih di bawah umur.
Baca Juga : Gerebek Kampung Narkoba, Satres Narkoba Polrestabes Medan Ringkus 3 Orang Pelaku
“Saat ini pelaku lagi diamankan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, terungkap pelaku pembunuhan, Budi (32) ternyata pecandu narkoba dan suka mencuri barang mertuanya untuk membeli narkoba.
Hal itu terungkap saat nusantaraterkini.co mengunjungi kediaman orang tua korban yang berada di Jalan Barokah, Desa Manunggal, Kecamatan Medan Labuhan, Deliserdang.
Baca Juga : Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Penikaman Penjaga Toko di Balikpapan
Ibu korban yang bernama Nurlia Rambe (68) mengungkapkan tentang perilaku Budi (32) selama ini yang sangat meresahkan dirinya dan warga sekitar, karena terlalu berat sebagai pecandu narkoba.
“Kata orang dia pecandu narkoba? Iya,” ucapnya kepada nusantaraterkini.co pada Sabtu (16/8/2025).
Bahkan pelaku Budi ini tega mecuri alat rumah tangga milik mertuannya sendiri demi hasrat keperluan narkobanya.
Baca Juga : Dihantui Rasa Bersalah, Pembunuh Wanita di Kebun Nanas Muara Enim Serahkan Diri ke Polisi
“Barang di rumah juga diambil. Gasku diambilnya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, saat mertuannya ini sakit dan di bawa kerumah sakit, pelaku Budi ini malah tega mencuri handphone pesien lain, bukan membawa berita baik malah membawa masalah baru.
“Aku masuk rumah sakit dia mencuri, hp pasien di sebelah,” kata wanita paru baya ini.
Sudah banyak pencurian yang dilakukannya di luar maupun barang miliknya ini, bahkan sudah tak bisa lagi ia ceritakan satu persatu aksi pencurian yang dilakukan oleh Budi ini.
“Udah ga tau lagi aku tak terceritakan aku lagi,” katanya dengan lesu mengenang perilaku Budi yang begitu tega ini.
Karena pecandu narkoba ini, korban sering mengadu ke ibu kandungnya bahwa korban semasa hidupnya juga kerap kali dipukuli oleh pelaku setiap kali mereka cekcok.
“Pelaku sering memukuli korban, kadang ditumbuknya, kadang cerita ke saya,” ungkapnya wanita yang puluhan tahun penjual asongan tisu di Lampu merah.
Ia juga sudah bolak balik menyarankan anaknya agar segera memutuskan hubungan dengan Budi pelaku pembunuhan, karena perbuatannya sudah keterlaluan.
“Udah kubilang gak usah dipanjangin (hubungan dengan pelaku). Aku engga suka orang mencuri curi aku engga suka,” ucapnya.
Korban inisial D sudah selama 2 tahun menikah dengan pelaku Budi, namun selama pernikahan pelaku tidak memiliki kerjaan dan tidak mau bekerja.
“Udah 2 tahun berumah tangga. Budi tak ada kerja,” katanya.
Dalam pernikahannya antar Budi dengan D belum sama sekali dikaruniai anak, namun korban sebelumnya sudah memiliki anak sebanyak 5 orang dari suami sebelumnya.
“anaknya 5 orang. Paling besar 14 tahun,” katanya.
Ia berharap agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat beratnya sesuai dengan perbuatan pelaku, apalagi korban memiliki 5 orang anak yang dibawah umur.
“Dibalas la sesuai perbuatannya, jadi kalau tidak dibalas (sesuai perbuatannya) bisa macam macam lagi nanti (mengancam),” harapnya kepada petugas yang berwenang.
(Cw3/nusantaraterkini.co).
