Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PBNU Nonaktifkan 62 Fungsionaris Yang Tergabung TKN Jelang Pemilu 2024, Termasuk Habib Luthfi bin Yahya

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menonatifkan sejumlah fungsionaris PBNU, termasuk Habib Luthfi bin Yahya dari jajaran Mustasyar PBNU.

Keputusan tersebut diambil setelah Habib Luthfi bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Surat Keputusan pun telah diterbitkan PBNU bersamaan dengan penonaktifan 62 fungsionaris pengurus harian yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (caleg) atau menjadi tim sukses calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024.

Baca Juga : Harlah 100 Tahun, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan dan Memberi Manfaat

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan PBNU bernomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024.

"Mereka tersebar di beberapa partai dan semua calon presiden. Ada yang menjabat sebagai Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, A'wan Syuriyah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga," kata Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni dalam keterangannya, Minggu (21/1).

Amin Said menjelaskan penonaktifan fungsionaris PBNU itu terhitung sejak tanggal penetapan oleh lembaga yang berwenang, sampai dengan selesainya proses Pemilu 2024.

Baca Juga : Nikah Siri Terancam 4,5 Tahun Penjara, Gus Hilmy: Overkriminalisasi

"Mayoritas nama sudah mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak ada penetapan dari KPU. Surat Keputusan ini sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka," ujarnya.

Selain Habib Luthfi, di jajaran Mustasyar PBNU, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa hingga Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU Yenny Wahid juga ikut dinonaktifkan dari kepengurusan PBNU.

(Ann/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : ICW Kritik Wacana Pilkada via DPRD: Bandingkan Anggaran Rp37 Triliun dengan Makan Gratis Rp71 Triliun