Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pasar kripto kembali terguncang akibat peretasan besar-besaran yang menimpa bursa Bybit dengan mencuri aset sekitar 1,5 miliar Dolar AS (sekitar Rp24,4 triliun) dalam bentuk token Ethereum.
Peristiwa ini tercatat sebagai pencurian terbesar dalam sejarah industri aset digital.
Diketahui, Bybit adalah salah satu bursa kripto terbesar di dunia.
Melansir RMOL, Sabtu (22/2/2025), penyelidik kripto ZachXBT mengaitkan peretasan terhadap Bybit yang terjadi pada Jumat (21/2/2025) malam, dengan kelompok Lazarus Group, yang diduga bertanggung jawab atas beberapa serangan teratas pada platform aset digital.
Menurut sebuah posting oleh Arkham di X, ZachXBT menyerahkan "bukti definitif" yang menghubungkan eksploitasi terbaru ini dengan Lazarus Group.
"Pengajuannya mencakup analisis terperinci tentang transaksi uji dan dompet terhubung yang digunakan sebelum eksploitasi, serta beberapa grafik forensik dan analisis waktu," tulis Arkham di X, seperti dikutip dari FXStreet.
Baca Juga: Lindungi Investor Muda, Pemerintah Didesak Bikin Regulasi Kripto
Sebagai tanggapan, CEO Bybit, Ben Zhou, mengklaim bahwa bursa tersebut telah mengumpulkan hampir 80 persen dari dana yang dicuri dan mendorong pengguna untuk tetap tenang.
Baca Juga: Pasar Kripto Mengalami Gelombang Likuidasi Besar-besaran Dalam 24 Jam Terakhir
"Semua permintaan penarikan yang tertunda akan diproses sesegera mungkin dan tidak akan memakan waktu lebih dari 30 menit," tulis Bybit di X.
"Silakan hubungi kami jika Anda memerlukan bantuan, dan tim kami akan segera membantu Anda," lanjutnya.
Berdasarkan data CoinMarket pada jam 11.08 WIB, harga Bitcoin terpantau turun 1,97 persen dan berada di level 96.302 Dolar AS (Rp1,57 miliar).
(*/Nusantaraterkini.co)
