Bitcoin Tembus 90.000 Dolar AS di Awal 2026, Dipicu Short Squeeze dan ETF
Bitcoin bangkit sentuh 90.000 dolar AS pada awal 2026. Dipicu likuidasi short squeeze & arus masuk ETF BlackRock
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Raja kripto, Bitcoin (BTC) mencatatkan pergerakan positif dengan kenaikan sebesar 1,14 persen dalam 24 jam terakhir di awal tahun 2026 ini.
Dari penelusuran, Bitcoin sempat menyentuh harga spot di atas 90.000 Dolar AS pada, Sabtu (3/1/2025) pukul 11.00 WIB, lalu terkoreksi di harga 89.969 Dolar AS pada pukul 23.00 WIB.
Melansir RMOL, salah satu pendorong utama kenaikan ini adalah terjadinya short squeeze di pasar Bitcoin. Dalam 24 jam terakhir, posisi short senilai sekitar 90,67 juta dolar AS terlikuidasi, yang menjadi angka tertinggi sejak Oktober 2025.
Baca Juga : TPPU Berkedok Kripto: Cermin Gelap di Balik Kilau Digital
Lonjakan tersebut terjadi saat harga Bitcoin sempat menembus level 90.000 dolar AS, memicu gelombang order beli dan mempercepat kenaikan harga.
Dari sisi institusional, sentimen bullish turut diperkuat oleh arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Pada 2 Januari, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar 463,89 juta dolar AS, berbalik arah setelah sebelumnya mengalami arus keluar. ETF IBIT milik BlackRock menjadi kontributor terbesar dengan tambahan dana sekitar 280 juta dolar AS, menandakan kembali menguatnya minat investor institusi.
Secara teknikal, momentum Bitcoin menunjukkan sinyal yang cenderung positif meski masih bercampur. Harga BTC kembali bergerak di atas rata-rata pergerakan 7 hari, atau simple moving average (SMA), di level 88.198 dolar AS, serta mencatat persilangan MACD yang bersifat bullish.
Baca Juga : Bitcoin Terkoreksi hingga Sentuh Level 115.100 US Dolar
Sementara itu, indikator RSI 14 berada di level 53,88, yang mengindikasikan masih adanya ruang kenaikan sebelum pasar memasuki kondisi jenuh beli.
Bagi trader jangka pendek, sinyal MACD tersebut dapat diartikan sebagai peluang beli. Namun demikian, Bitcoin masih harus menghadapi level resistensi penting di kisaran 92.200 dolar AS dan 94.600 dolar AS, yang sebelumnya menjadi area harga tertinggi.
(*/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·1 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·5 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·5 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan