Nusantaraterkini.co - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merespons wacana soal tentara bisa mengisi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian/Lembaga negara.
Ia menyinggung pengalaman TNI yang selama ini sudah sering terlibat dalam persoalan nonmiliter, seperti penanganan stunting, ketahanan pangan, hingga penanggulangan bencana.
"Sekarang contoh masalah ketahanan pangan, melibatkan TNI. Stunting tetap melibatkan TNI, BNPB tetap melibatkan TNI. Dalam penanganan perbantuan kepada masyarakat," kata Agus di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (15/3/2024), dikutip dari CNN Indonesia.
Baca Juga : Panglima TNI Lantik 260 Perwira Prajurit Karier Progsus TA 2026
"Dari berbagai masalah itu kan apakah perlu, TNI ada di Kementerian itu? Tujuannya kan membantu masyarakat," tambahnya.
Agus mengaku belum mengetahui terkait sejumlah pos yang bisa diisi oleh TNI di jabatan sipil Kementerian/Lembaga ke depannya. Ia mengatakan hal ini masih akan dibahas.
Bahkan, ia menyebut kontribusi TNI yang baru-baru ini ikut mengirimkan logistik penyelenggaraan Pemilu 2024 ke wilayah wilayah terpencil. Padahal, tugas seperti demikian tidak pernah ada dalam perjanjian atau MoU.
Baca Juga : Panglima TNI Hadiri Pelantikan Pengurus Dewan Energi Nasional di Istana Negara
"Tapi seperti yang kita sampaikan setiap ada masalah pasti TNI, TNI, dan TNI," kata dia.
Sebelumnya pemerintah akan mengizinkan anggota TNI/Polri aktif mengisi jabatan ASN melalui Peraturan Pemerintah (PP) tentang Manajemen ASN. Namun, MenpanRB Azwar Anas menyebut rencana tersebut masih dalam pembahasan.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: CNNIndonesia.com
Baca Juga : Maling Satroni Rumah ASN di Tanjung Raja, Gasak Emas 23 Suku dan Uang Tunai Rp20 Juta
