Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Optimisme Pasar Menguat, IHSG Diproyeksi Naik hingga 9.000 pada 2026: Peran Danantara Jadi Game Changer

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pasar saham Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang kian menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang kenaikan signifikan dan berpotensi menguji level psikologis di kisaran 8.000 hingga 10.000 sepanjang tahun ini.

Prospek cerah tersebut ditopang oleh kombinasi perbaikan fundamental ekonomi domestik, arah kebijakan moneter yang semakin akomodatif, serta kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dipandang sebagai katalis baru pasar modal.

Community Lead PT IndoPremier Sekuritas, David Kurniawan, menilai IHSG tengah bersiap memasuki fase Broadening Bull Market, yakni periode di mana penguatan indeks tidak lagi terpusat pada sektor tertentu, melainkan meluas ke berbagai lini industri.

Baca Juga : IHSG Awal 2026 Menggeliat, Aktivitas Perdagangan BEI Melonjak Tajam

“IHSG memiliki peluang realistis untuk menguji level 9.000 pada 2026,” ujar David dalam riset terbarunya, Kamis (1/1/2026).

Menurutnya, sejumlah faktor eksternal dan domestik akan sangat menentukan arah pasar. Implementasi Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat berpotensi menjadi sentimen positif, khususnya bagi sektor perkebunan dan pertambangan, seiring peluang bebas tarif ekspor untuk komoditas seperti kelapa sawit dan kopi.

Namun demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko. Kenaikan PPN menjadi 12 persen serta penerapan Bea Keluar Emas 10 persen berpotensi menekan margin emiten sekaligus mengurangi daya beli masyarakat.

Baca Juga : IHSG Tancap Gas di Awal 2026, Analis Prediksi Pasar Saham Berpotensi Naik hingga 10%

Dari sektor keuangan, kualitas laba perbankan besar akan menjadi indikator utama, terutama terkait kemampuan menurunkan beban pencadangan setelah lonjakan provisi pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, penetrasi kecerdasan buatan (AI) ke sektor non-teknologi serta penerapan pajak minimum global 15 persen diperkirakan mulai memengaruhi strategi bisnis dan insentif perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia.

Optimisme serupa juga datang dari JP Morgan Indonesia. Dalam laporan Indonesia Equity 2026 Outlook, IHSG diproyeksikan mampu menembus level 10.000 dalam skenario paling positif (bull scenario).

Baca Juga : IHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan, Simak Rekomendasi Saham Analis

Executive Director JP Morgan, Henry Wibowo, menyebut 2026 sebagai fase panen setelah Indonesia melewati periode transisi politik.

“Kami memperkirakan tren pelonggaran moneter berlanjut, dengan potensi penurunan suku bunga acuan BI hingga 50 basis poin, didukung oleh likuiditas sistem yang semakin longgar,” jelas Henry.

Salah satu pembeda utama tahun ini adalah peran strategis Danantara. Lembaga ini diyakini dapat menjadi magnet baru bagi arus dana institusional, baik domestik maupun global, khususnya ke aset-aset strategis milik negara.

JP Morgan menilai pemisahan peran yang jelas antara BPI Danantara, Danantara Asset Management (DAM), dan Danantara Investment Management (DIM) krusial untuk meningkatkan kinerja dan profitabilitas BUMN.

“Pemisahan antara kewajiban pelayanan publik dan orientasi profit sangat penting agar BUMN dapat dikelola lebih efisien dan kompetitif,” tegas Henry.

Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 10.000 jika skenario optimistis berjalan mulus. Sementara dalam skenario terburuk (bear scenario), indeks diproyeksikan bertahan di area 7.800.

Stabilitas harga komoditas, khususnya minyak di kisaran USD60 per barel serta harga emas, tetap menjadi faktor kunci penopang sentimen pasar sepanjang 2026.

Sebagai catatan, IHSG menutup perdagangan terakhir 2025 dengan penguatan tipis 0,03 persen atau naik 2,68 poin ke level 8.646,93. Pada Selasa (30/12/2025), indeks bergerak fluktuatif dengan level tertinggi 8.663,66 dan terendah 8.584,86.

(Dra/nusantaraterkini.co).