Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan, Simak Rekomendasi Saham Analis

IHSG mencetak rekor tertinggi dan berpeluang melanjutkan penguatan. Simak proyeksi analis serta rekomendasi saham pilihan Rabu (7/1).

BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan () kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (6/1/2026). Indeks ditutup menguat 0,84% atau naik 74,41 poin ke level 8.933,6, didorong oleh aksi beli investor yang masih solid.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai penguatan kali ini ditopang sektor IDX Basic Material, khususnya saham-saham berbasis nikel yang menguat seiring kenaikan harga komoditas global.

“Kenaikan IHSG masih didominasi oleh akumulasi beli, dengan kontribusi terbesar berasal dari emiten nikel yang terdorong reli harga komoditas,” ujar Herditya.

Di sisi lain, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, mengingatkan bahwa ruang kenaikan IHSG mulai terbatas. Secara teknikal, indeks telah memasuki area overbought, sementara volume transaksi tercatat lebih rendah dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Audi memproyeksikan pada perdagangan Rabu (7/1/2026), IHSG akan bergerak dalam rentang support 8.905 dan resistance 8.946.

“Sentimen pasar masih ditopang oleh kenaikan harga komoditas global, terutama nikel dan emas. Namun pergerakan indeks cenderung mixed dengan potensi penguatan yang terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara lebih luas IHSG berpotensi bergerak pada kisaran support 8.850 dan resistance psikologis 9.000.

Sejumlah faktor eksternal dan domestik turut menopang pergerakan pasar saham, di antaranya penguatan saham barang baku pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, serta pergerakan saham second liner yang didorong aksi korporasi dan wacana penyesuaian kebijakan, termasuk terkait Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) I.

Rekomendasi Saham Analis

Untuk saham pilihan, Herditya merekomendasikan beberapa emiten berikut:

FAST dengan target harga Rp 700–Rp 740

PTBA di kisaran Rp 2.410–Rp 2.450

TINS dengan target Rp 3.510–Rp 3.760

Sementara itu, Audi menyarankan strategi trading buy pada:

ANTM, dengan area support Rp 3.280 dan resistance Rp 3.660

RAJA, dengan support Rp 6.825 dan resistance Rp 8.700

Adapun untuk strategi speculative buy, Audi merekomendasikan BBCA dengan support di level Rp 7.900 dan resistance Rp 8.650.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait