Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Objek Wisata Gunung Qomolangma Kembali Dibuka Sejak Diguncang Gempa Magnitudo 6,8

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pemandangan saat matahari terbenam dari base camp Gunung Qomolangma di wilayah Dingri di Kota Xigaze, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, 4 September 2024. (Foto: Xinhua/Sun Ruibo)

Nusantaraterkini.co, LHASA - Setelah sempat ditutup akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah Dingri, Daerah Otonomi Xizang, China barat daya, pada awal Januari 2025 lalu, objek wisata Gunung Qomolangma dibuka kembali untuk umum pada Sabtu (1/3/2025).

Tercatat, hingga pukul 08.00 waktu setempat, sebanyak delapan kendaraan yang membawa 19 pengunjung telah memasuki objek wisata tersebut.

Yang Bo, seorang turis dari Kota Chongqing di China barat daya, merupakan orang pertama yang memasuki area tersebut pada hari Sabtu.

“Saya menunggu di wilayah Dingri malam untuk pembukaan kembali, dan saya sangat senang akhirnya bisa melihat Gunung Qomolangma,” katanya.

Sebelumnya, pada tanggal 7 Januari, gempa bumi berkekuatan 6,8 mengguncang wilayah Dingri, lokasi base camp utara dari puncak tertinggi di dunia, Gunung Qomolangma. Objek wisata itu ditutup pada hari yang sama demi keselamatan wisatawan dan staf.

Baca Juga: Togaraja Partungko Naginjang Sajikan Keindahan Pusuk Buhit dan Danau Toba dari Ketinggian

Direktur Stasiun Pengamatan dan Penelitian Komprehensif Atmosfer dan Lingkungan Gunung Qomolangma, yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), Ma Weiqiang mengatakan, namun sejak 28 Februari kemarin, Gunung Qomolangma tidak lagi terpengaruh oleh gempa bumi, dan tidak ada jatuhan es, longsoran salju, atau perubahan geologis yang terlihat jelas.

"Hal ini menunjukkan bahwa objek wisata ini dalam kondisi aman sebagai syarat untuk dibuka kembali," kata Ma.

Untuk mempersiapkan pembukaan kembali, pemerintah setempat membentuk kelompok kerja inspeksi gabungan pada tanggal 22 Januari, yang membutuhkan waktu 35 hari untuk melakukan inspeksi yang komprehensif dan cermat di lokasi-lokasi penting di objek wisata tersebut.

“Hanya dengan inspeksi yang komprehensif, kami dapat memastikan keamanan wisatawan ketika objek wisata ini dibuka kembali,” kata Pasang, seorang pekerja pemeliharaan di objek wisata itu.

Baca Juga: Objek Wisata Aek Rangat Pangururan, Tempat Berendam Melepas Penat di Samosir

Industri penginapan lokal juga telah siap untuk dibuka kembali. “Seluruh 35 kamar telah dibersihkan dan setengah dari jumlah kamar tersebut telah dipesan,” ujar Tsering Geden, seorang pemilik hotel di Desa Pasum.

 Tahun lalu, objek wisata Gunung Qomolangma menerima lebih dari 547.600 wisatawan domestik dan mancanegara, naik 18 persen secara tahunan termasuk 13.700 wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura, Malaysia, Jerman, dan Prancis. Pada periode yang sama, pendapatan objek wisata itu melampaui 110 juta yuan (1 yuan = Rp2.260), naik 1,4 persen (yoy).

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua