Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pendiri DeepSeek dan Deep Diver Masuk Daftar Tokoh Berpengaruh Jurnal Nature 2025

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Seorang pengguna memanfaatkan aplikasi DeepSeek melalui sebuah ponsel pada 17 Februari 2025. (Foto: Xinhua/Huang Zongzhi)

Nusantaraterkini.co, LONDON - Liang Wenfeng, pendiri perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) China DeepSeek, dan geosaintis Deep Diver asal China, Du Mengran, terpilih dalam daftar tahunan "Nature's 10" oleh jurnal Nature, yang menyoroti sepuluh tokoh penting di balik beberapa terobosan sains terbesar pada 2025.

Keduanya mendapat pengakuan karena mendorong pengembangan model AI canggih berskala besar dan memelopori eksplorasi laut dalam yang mengungkap beberapa ekosistem hewan terdalam yang pernah diamati di Bumi.

Dalam laporannya tentang Liang, jurnal Nature mengatakan bahwa perusahaannya, DeepSeek, "menggemparkan dunia AI" pada Januari lalu dengan peluncuran model R1 yang canggih dan efisien secara biaya.

Jurnal tersebut menyoroti bahwa langkah tersebut "seketika menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak sejauh yang diperkirakan banyak ahli dalam bidang AI."

Baca Juga : Tokoh Lintas Sumatera Minta Presiden Tetapkan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

Artikel tentang Du menyoroti perannya dalam memelopori penyelaman ke zona hadal, lapisan terdalam lautan dengan kedalaman lebih dari enam kilometer. Di dasar Palung Kuril-Kamchatka, di bagian timur laut Jepang, dia bersama rekan-rekannya berhasil menemukan "ekosistem hewan terdalam yang pernah ada di Bumi."

Menurut jurnal Nature, daftar "Nature's 10" tahun ini mencerminkan beragam upaya ilmiah dan tantangan sosial, mulai dari astronomi, penelitian laut dalam, biomedis, integritas penelitian, kebijakan kesehatan masyarakat, hingga kecerdasan buatan.

Secara keseluruhan, temuan-temuan tersebut menunjukkan bagaimana kemajuan pada skala terbesar maupun terkecil di alam, serta upaya di balik layar dalam integritas penelitian dan kebijakan kesehatan, yang membentuk ilmu pengetahuan dan masyarakat pada 2025.

Disusun oleh para editor Nature, daftar ini bukanlah sebuah penghargaan atau peringkat, melainkan sebuah daftar yang menyoroti perkembangan dan temuan penting di bidang ilmu pengetahuan selama setahun terakhir serta beberapa orang yang berperan penting di dalamnya, seringkali sebagai anggota dari tim penelitian besar.

Baca Juga : Firman Soebagyo Apresiasi Tokoh Lintas Agama, BPIP Wajib Kuat dan Independen Jaga Pancasila

Brendan Maher, seorang editor fitur di jurnal Nature, menyebutkan bahwa daftar 2025 ini merayakan "penjelajahan batas-batas baru, janji kemajuan medis yang revolusioner, komitmen tak tergoyahkan untuk menjaga integritas ilmiah, dan para tokoh yang membentuk kebijakan global yang menyelamatkan nyawa."

Selain itu, dia menambahkan bahwa "menyaksikan karya begitu banyak orang yang berusaha untuk memahami alam semesta dan, dalam banyak kasus, membantu melestarikannya sangatlah menginspirasi," itulah sebabnya mereka terpilih sebagai bagian dari Nature's 10 tahun ini. Selesai

Menurut jurnal Nature, daftar "Nature's 10" tahun ini mencerminkan beragam upaya ilmiah dan tantangan sosial, mulai dari astronomi, penelitian laut dalam, biomedis, integritas penelitian, kebijakan kesehatan masyarakat, hingga kecerdasan buatan.

Secara keseluruhan, temuan-temuan tersebut menunjukkan bagaimana kemajuan pada skala terbesar maupun terkecil di alam, serta upaya di balik layar dalam integritas penelitian dan kebijakan kesehatan, yang membentuk ilmu pengetahuan dan masyarakat pada 2025.

Baca Juga : Gus Dur dan Syaikhona Kholil Dianugerahi Pahlawan Nasional, PKB: Bentuk Pengakuan Negara Atas Jasa Besar Mereka

Disusun oleh para editor Nature, daftar ini bukanlah sebuah penghargaan atau peringkat, melainkan sebuah daftar yang menyoroti perkembangan dan temuan penting di bidang ilmu pengetahuan selama setahun terakhir serta beberapa orang yang berperan penting di dalamnya, seringkali sebagai anggota dari tim penelitian besar.

Brendan Maher, seorang editor fitur di jurnal Nature, menyebutkan bahwa daftar 2025 ini merayakan "penjelajahan batas-batas baru, janji kemajuan medis yang revolusioner, komitmen tak tergoyahkan untuk menjaga integritas ilmiah, dan para tokoh yang membentuk kebijakan global yang menyelamatkan nyawa."

Selain itu, dia menambahkan bahwa "menyaksikan karya begitu banyak orang yang berusaha untuk memahami alam semesta dan, dalam banyak kasus, membantu melestarikannya sangatlah menginspirasi," itulah sebabnya mereka terpilih sebagai bagian dari Nature's 10 tahun ini.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua